SUMATERA SELATAN — Senyum menggemaskan bayi saat tidur sering membuat ibu bertanya-tanya, apakah ia sedang bermimpi indah? Ternyata senyum itu umumnya refleks alami yang terjadi di fase tidur tertentu. Kenali penyebabnya, siklus tidur bayi, dan tanda yang perlu diwaspadai.
Bayi yang tersenyum saat tidur sering kali membuat ibu ikut tersenyum melihatnya. Meski terlihat menggemaskan, senyum tersebut biasanya bukan tanda bayi sedang bermimpi menyenangkan, melainkan refleks tubuh yang muncul tanpa disadari.
Dokter spesialis anak Amaka Priest, MD, menjelaskan bahwa bayi memang bisa menunjukkan beragam ekspresi wajah saat melewati tahapan tidur yang berbeda. Karena itu, senyum pertama bayi kerap muncul justru ketika ia sedang tertidur.
Tersenyum atau bahkan tertawa saat tidur dikenal dengan istilah hypnogely. Kondisi ini umum terjadi pada bayi dan biasanya berlangsung singkat.
Selain tersenyum, bayi juga mungkin mengerutkan dahi, mengecap, atau melakukan gerakan mengisup dengan bibir. Menurut Priest, gerakan-gerakan tersebut membantu memperkuat otot yang nantinya dipakai bayi untuk tersenyum dan membuat ekspresi wajah lain saat ia bertambah besar.
Untuk memahami kenapa bayi tersenyum saat tidur, ibu perlu tahu dulu bagaimana siklus tidur bekerja. Secara umum ada dua jenis tidur, yaitu rapid eye movement (REM) dan non-REM.
Tidur non-REM terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah peralihan dari terjaga ke tidur, berlangsung singkat, dengan pernapasan melambat dan otot mulai rileks.
Tahap kedua adalah tidur ringan sebelum masuk tidur lebih dalam. Detak jantung dan pernapasan makin melambat, otot makin rileks, dan gerakan mata di balik kelopak berhenti.
Tahap ketiga adalah tidur paling dalam yang penting agar tubuh segar saat bangun. Pada tahap ini detak jantung, pernapasan, dan gelombang otak berada di kondisi paling lambat.
Sementara itu, tidur REM adalah fase ketika sebagian besar mimpi terjadi. Fase ini biasanya dimulai sekitar satu setengah jam setelah bayi tertidur, dengan mata bergerak cepat ke berbagai arah di balik kelopak.
Senyum saat tidur umumnya terjadi selama fase REM. Sayangnya, sampai sekarang peneliti belum bisa memastikan alasan pastinya.
Hasil penelitian pun beragam. Sebagian besar senyum bayi baru lahir saat tidur tampak muncul ketika mata mereka bergerak cepat, mirip kondisi orang dewasa yang sedang bermimpi.
Penelitian menunjukkan orang dewasa bisa tersenyum sebagai respons terhadap gambaran positif dalam mimpi. Namun, masih sulit memastikan apakah hal serupa juga terjadi pada bayi.
Ada satu perbedaan penting antara tidur aktif bayi dan tidur REM orang dewasa. Bayi tidak mengalami kelumpuhan otot selama tidur aktif, sehingga mereka bisa berkedut, mengisap, menggerakkan tangan dan kaki, tersenyum, atau mengerutkan dahi.
Peneliti juga menemukan bayi baru lahir kadang menunjukkan ekspresi wajah kompleks selama tidur REM, bahkan sebelum mereka mampu melakukannya saat terjaga. Jadi, bukan tidak mungkin senyum pertama bayi justru muncul saat ia tidur.
Melihat bayi tersenyum saat tidur umumnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya ibu perhatikan.
Priest mengingatkan orang tua perlu waspada jika bayi mengalami kedutan atau gerakan tubuh yang tidak berhenti meski disentuh lembut. Gerakan berkedut atau tersentak yang tetap berlanjut setelah bayi terbangun juga perlu dibicarakan dengan dokter anak.
Selain itu, perhatikan jika kedutan atau tubuh kaku muncul seiring bertambahnya usia bayi, terjadi saat bayi sakit, atau disertai kesulitan makan. Segera konsultasikan ke dokter anak bila menemui tanda-tanda tersebut.
Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi bisa mengalami kejang gelastik, yaitu kondisi yang membuat bayi tersenyum atau tertawa tanpa terkendali. Kondisi ini tetap perlu evaluasi medis lebih lanjut.
Senyum bayi saat tidur adalah bagian normal dari perkembangan dan siklus tidurnya. Ibu bisa menikmati momen menggemaskan ini sambil tetap memperhatikan tanda-tanda yang tidak biasa.