Pencarian

IMD dan Skin to Skin Pasca Operasi Caesar: Waktu Terbaik Menurut Studi

Kamis, 08 Oktober 2026 • 09:06:32 WIB
IMD dan Skin to Skin Pasca Operasi Caesar: Waktu Terbaik Menurut Studi
Bayi yang lahir melalui operasi caesar tetap dapat melakukan kontak kulit-ke-kulit dengan ibunya.

SUMATERA SELATAN — Operasi caesar sering dianggap menghalangi ibu untuk langsung memeluk bayinya. Padahal, studi terbaru menunjukkan kontak kulit-ke-kulit tetap bisa dilakukan dalam hitungan menit setelah lahir, bahkan saat ibu masih dalam masa pemulihan. Berikut panduan waktu terbaik IMD dan skin to skin pasca caesar yang perlu ibu ketahui.

Bayi yang lahir lewat operasi caesar tetap punya hak yang sama untuk merasakan kehangatan dada ibunya. Yang membedakan hanyalah penyesuaian waktu dan kondisi ruang pemulihan, bukan hilangnya kesempatan sama sekali.

Selama ini, banyak ibu merasa sedih karena bayinya langsung dibawa ke ruang perawatan setelah operasi. Padahal, rumah sakit modern kini mulai mengubah prosedur itu agar ibu dan bayi bisa tetap bersama lebih cepat.

Waktu Terbaik IMD dan Skin to Skin Pasca Caesar

Penelitian membagi praktik kontak kulit-ke-kulit dini ke dalam tiga kategori utama untuk bayi sehat yang lahir cukup bulan. Pembagian ini membantu ibu memahami seberapa cepat kontak bisa dimulai setelah operasi.

  • Kontak saat lahir: dimulai pada menit pertama pascakelahiran.
  • Kontak sangat dini: dimulai dalam 30–40 menit setelah kelahiran.
  • Kontak dini: mencakup kontak kulit-ke-kulit apa pun yang terjadi dalam 24 jam pertama.

Untuk ibu yang menjalani caesar, target realistisnya adalah kategori kedua atau ketiga. Selama ibu dan bayi berada di ruangan yang sama, kontak skin to skin masih sangat mungkin dilakukan, meski ibu belum bisa bergerak bebas.

Mengapa Dulu Bayi Dipisahkan dari Ibunya

Pemisahan bayi baru lahir dari ibunya ternyata bukan praktik kuno, melainkan fenomena abad ke-20. Di masa lampau, kelangsungan hidup bayi justru bergantung pada kontak erat yang hampir tanpa jeda dengan ibunya.

Kebiasaan memisahkan ibu dan bayi dimulai awal 1900-an, saat persalinan berpindah dari rumah ke rumah sakit. Kala itu, banyak ibu melahirkan dengan anestesi umum yang membuat mereka tidak sadarkan diri.

Karena ibu tidak bisa merawat bayinya, rumah sakit menyediakan ruang perawatan khusus. Bayi pun terpisah dari orang tuanya selama 24 hingga 48 jam setelah lahir. Praktik inilah yang kemudian dianggap normal selama puluhan tahun.

Titik Balik Perubahan Praktik Rumah Sakit

Pada 1961, Dr. Berry Brazelton menerbitkan studi klasik yang menunjukkan anestesi umum selama persalinan berdampak buruk bagi bayi baru lahir. Temuan ini mendorong dokter beralih dari anestesi umum.

Kini, sebagian besar ibu yang menjalani caesar menerima anestesi regional seperti epidural, spinal, atau kombinasi spinal-epidural. Dengan cara ini, ibu tetap sadar setelah melahirkan dan bisa langsung berinteraksi dengan bayinya.

Yang menarik, saat peneliti mempelajari mamalia non-manusia, menjaga ibu dan bayi tetap bersama justru dianggap kondisi normal. Sebaliknya, memisahkan bayi baru lahir dari induknya dianggap sebagai tindakan eksperimental.

Manfaat IMD dan Skin to Skin Setelah Persalinan

WHO dan UNICEF merekomendasikan IMD serta kontak skin to skin dilakukan dalam waktu satu jam setelah kelahiran. Setelah IMD, ASI eksklusif dianjurkan diberikan selama enam bulan pertama kehidupan.

ASI eksklusif tanpa makanan tambahan selama enam bulan mendukung perkembangan sensorik dan kognitif bayi. Cara ini juga melindungi bayi dari penyakit menular maupun kronis.

Manfaat IMD segera setelah lahir antara lain membantu mengatur suhu tubuh bayi baru lahir. Kontak ini juga memaparkan bayi pada bakteri baik dari kulit ibunya, yang berperan membangun sistem kekebalan tubuh.

Tips Praktik Skin to Skin Saat Ibu Masih Pulih

Ibu pasca caesar biasanya masih terbatas bergerak karena efek bius dan luka operasi. Minta bantuan perawat atau pasangan untuk meletakkan bayi di dada ibu dengan posisi aman.

Pastikan wajah bayi tetap terlihat dan saluran napasnya tidak tertutup. Selimut hangat di atas punggung bayi membantu menjaga suhu tubuhnya tetap stabil selama kontak berlangsung.

Jika kondisi ibu benar-benar belum memungkinkan, ayah atau anggota keluarga lain bisa melakukan skin to skin sebagai pengganti sementara. Kontak ini tetap memberi manfaat serupa bagi bayi baru lahir.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Diskusikan rencana IMD dan skin to skin dengan dokter kandungan sejak sebelum jadwal operasi. Setiap kondisi persalinan berbeda, terutama jika ibu mengalami komplikasi atau bayi butuh perawatan intensif.

Jika bayi harus dirawat di NICU, tanyakan kapan kontak kulit-ke-kulit bisa dimulai. Banyak rumah sakit kini memfasilitasi kangaroo care untuk bayi prematur atau bayi dengan kondisi khusus.

Kontak skin to skin pasca caesar bukan hal mustahil. Dengan komunikasi yang baik antara ibu, keluarga, dan tim medis, momen berharga itu tetap bisa terjadi sedini mungkin.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks