PALEMBANG — Komposisi pasukan bantuan Bawah Kendali Operasi (BKO) itu terdiri dari 200 personel Pasukan Brimob I Korbrimob Polri yang dibagi dalam dua Satuan Setingkat Kompi (SSK). Enam personel pengawak dua unit kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) dari Satbrimob Lampung serta sepuluh tenaga medis dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri ikut diterjunkan.
Penerimaan personel dipimpin Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., bersama jajaran perwira Satbrimob serta perwakilan Polres Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Banyuasin.
Seluruh personel menjalani apel kedatangan, pengarahan, dan pembekalan teknis sebelum bertugas. Materi pembekalan mencakup Analisa Daerah Operasi (ADO), teknik penanganan kebakaran lahan gambut, teknik suplai air, pembasahan spiral, hingga penggunaan cairan pemadam api X-FIRE03.
Pembekalan itu disiapkan agar personel mampu menghadapi karakteristik medan yang berbeda di setiap lokasi. Selain efektivitas pemadaman, keselamatan petugas dan masyarakat sekitar menjadi perhatian selama operasi berlangsung.
Untuk mendukung operasional di lapangan, sembilan tim menerima perlengkapan tambahan berupa mesin pompa, selang pemadam, jetshooter backpack, serta cairan pemadam X-FIRE03. Kombinasi personel, tenaga medis, kendaraan taktis, dan peralatan pemadaman diharapkan memperluas jangkauan penanganan karhutla di wilayah sasaran.
"Kami mengapresiasi dukungan Mabes Polri melalui pengiriman personel, tenaga medis, serta sarana pendukung untuk memperkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Seluruh personel telah diberikan pembekalan teknis sebelum diterjunkan ke lokasi penugasan," ujar James.
James menjelaskan, kesiapan personel menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan operasi. Petugas akan menghadapi kondisi medan dan kebutuhan penanganan yang berbeda di setiap titik.
"Sebanyak 16 titik sasaran telah menjadi lokasi penugasan personel. Kami berharap sinergi lintas satuan ini dapat meningkatkan efektivitas penanganan karhutla, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat," katanya.
Koordinasi antarsatuan disebutnya perlu terus diperkuat agar seluruh dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Kesiapan personel, kendaraan, dan perlengkapan pemadaman diharapkan menunjang pelaksanaan tugas sesuai kondisi di lapangan.
Setelah menyelesaikan pengarahan serta persiapan teknis, masing-masing tim bergerak menuju lokasi penugasan yang telah ditentukan. Satbrimob Polda Sumsel bersama jajaran terkait terus mengoptimalkan koordinasi dan pemanfaatan sumber daya untuk mendukung penanganan karhutla di Bumi Sriwijaya.