PALEMBANG — Selain Unsri dan Demang Lebar Daun, tiga titik pemantauan lain turut mencatat angka tinggi. Kawasan GP PLM berada pada 983, Musi 2 di angka 953, dan Sukarami 834.
Asap terpantau pekat dan menimbulkan bau menyengat di sejumlah kawasan. Jarak pandang di beberapa lokasi dilaporkan terganggu.
Pembacaan 1.083 menunjukkan kualitas udara yang sangat buruk bila mengacu pada skala AQI yang digunakan IQAir. Kategori dan tingkat risikonya tetap perlu dipastikan berdasarkan parameter serta skala indeks yang ditampilkan aplikasi.
Kondisi ini menambah kekhawatiran warga terhadap dampak pencemaran udara. Anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan menjadi kelompok paling rentan.
Asap diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, termasuk kebakaran di kawasan lahan gambut Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Hubungan langsung antara kebakaran di OKI dan kondisi udara di setiap titik pemantauan Palembang belum bisa dipastikan. Data resmi soal sebaran asap, arah angin, dan sumber kebakaran masih diperlukan untuk mengonfirmasinya.
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat asap terlihat pekat atau berbau menyengat. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah dapat memakai respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat.
Olahraga berat di luar ruangan sebaiknya dihindari. Pintu dan jendela perlu ditutup ketika asap masuk ke lingkungan permukiman, dan pembersih udara dalam ruangan dengan filter HEPA bisa digunakan bila tersedia.
Warga juga diminta memperhatikan gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata. Jika gangguan pernapasan berat muncul, segera cari pertolongan medis.
Perkembangan kualitas udara Palembang perlu dipantau berkala. Kondisi dapat berubah mengikuti arah angin, intensitas kebakaran, dan faktor cuaca.
Warga diimbau memantau informasi melalui sumber tepercaya, termasuk aplikasi IQAir dan pengumuman resmi instansi terkait.