PALEMBANG — TNI bersama tim gabungan mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanggulangan kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan. Satgas Udara mengerahkan pesawat Cassa TNI AU dalam lima sortie penerbangan pada Kamis (22/10/2026). Penyemaian diarahkan ke titik-titik rawan kebakaran dan area yang berpotensi memicu hujan.
Empat dari lima sortie digunakan untuk menyemai 4 ton dry ice. Bahan pendingin itu ditaburkan guna menembus dan memecah lapisan atmosfer yang menghambat pergerakan udara secara vertikal, atau lapisan inversi. Lapisan inilah yang menahan asap tetap dekat permukaan dan menyulitkan hujan terbentuk.
Sortie kelima mengangkut 800 kg Natrium Klorida (NaCl) atau garam semai. Penyemaian garam diarahkan untuk merangsang percepatan hujan di wilayah sasaran.
Kombinasi dua bahan itu diharapkan mendukung proses penguraian kabut asap sekaligus memicu hujan yang bisa membantu pemadaman api di lapangan. Pemecahan lapisan inversi membuka jalan bagi massa udara lembap naik dan membentuk awan hujan.
Lewat operasi ini, TNI bersama tim gabungan memanfaatkan alutsista udara dan kesiapsiagaan personel untuk menekan perluasan karhutla. Sasaran akhirnya adalah perbaikan kualitas udara di Sumatera Selatan yang berangsur membaik.
Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, menyatakan operasi terus dioptimalkan hingga kondisi kualitas udara di wilayah Sumatera Selatan berangsur membaik. Pernyataan itu disampaikan saat mengumumkan pelaksanaan OMC pada Kamis (22/10/2026).
Palembang dan sekitarnya menjadi salah satu wilayah yang terdampak kabut asap akibat karhutla. Operasi udara menjadi salah satu instrumen yang diandalkan selain pemadaman darat oleh tim gabungan.