Palembang – Aksi May Day 2026 di Sumatera Selatan berjalan tertib dan damai berkat koordinasi sinergis antara kepolisian, pemerintah daerah, dan perwakilan buruh. Peserta dari Palembang, Muara Enim, Ogan Ilir, Prabumulih, Banyuasin, dan Pali berkumpul menuju Simpang Lima Gedung DPRD Provinsi untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Pengamanan Humanis dan Pemotongan Tumpeng Bersama
Seluruh pergerakan buruh dikawal profesional oleh jajaran Polda Sumatera Selatan sejak titik awal di Benteng Kuto Besak hingga lokasi aksi. Untuk menunjukkan pendekatan yang humanis, kepolisian hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, melainkan sebagai mitra dalam menjaga stabilitas sosial.
Puncak dari pendekatan tersebut adalah prosesi pemotongan tumpeng bersama yang melibatkan aparat kepolisian dan perwakilan buruh di lokasi aksi. Momen ini menjadi simbol kuat dari kemitraan antara Polri dan pekerja dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.
Peran Polda dalam Penyelesaian Masalah Ketenagakerjaan
Polda Sumatera Selatan tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga menguatkan peran Desk Ketenagakerjaan di Ditreskrimum sebagai sarana percepatan penyelesaian persoalan buruh. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Irjen Sandi, menekankan bahwa kehadiran Polri bukan untuk mengambil alih peran lembaga yang sudah ada.
"Polri hadir bukan untuk mengambil alih peran lembaga yang sudah ada, tetapi untuk mendukung percepatan penyelesaian apabila terdapat hambatan. Desk Ketenagakerjaan di Ditreskrimum Polda Sumsel terbuka bagi seluruh pekerja," tegas Kapolda Sumsel Irjen Sandi. Dengan demikian, setiap buruh memiliki akses untuk melaporkan persoalan ketenagakerjaan mereka ke kepolisian.
Komitmen Pemerintah Daerah Menindaklanjuti Aspirasi Buruh
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada seluruh buruh yang hadir dengan tertib dan damai. Pemerintah daerah memandang buruh sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah dan berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi mereka secara struktural.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh buruh yang hadir dengan tertib dan damai. Pemerintah memandang buruh sebagai mitra strategis pembangunan. Kami akan menyiapkan surat resmi bersama DPRD kepada Presiden Republik Indonesia dan kementerian terkait sebagai tindak lanjut aspirasi buruh," kata Herman Deru. Langkah konkret lainnya termasuk penguatan Dewan Pengupahan di seluruh kabupaten/kota serta peningkatan pengawasan ketenagakerjaan melalui pendekatan jemput bola guna memastikan hak-hak pekerja terpenuhi secara adil.
Cerminan Kedewasaan Demokrasi
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, menilai peringatan May Day tahun ini menjadi contoh nyata kedewasaan demokrasi di Sumatera Selatan. Ketika buruh menyampaikan aspirasi secara damai, Polri mengawal secara humanis, dan pemerintah merespons secara konkret, itulah sinergi terbaik yang terbangun bersama.
Keberhasilan pengamanan May Day 2026 ini menunjukkan komitmen kuat Polda Sumatera Selatan dalam menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat sekaligus mendukung agenda nasional terkait perlindungan hak pekerja serta pertumbuhan ekonomi daerah.