Pencarian

BKSDA Sumsel Perketat Penjagaan 7 Posko di Habitat Gajah SM Padang Sugihan, 2.300 Hektare Terbakar

Sabtu, 05 September 2026 • 14:02:02 WIB
BKSDA Sumsel Perketat Penjagaan 7 Posko di Habitat Gajah SM Padang Sugihan, 2.300 Hektare Terbakar
Petugas BKSDA Sumatera Selatan memperketat penjagaan di tujuh posko siaga untuk melindungi habitat gajah di Suaka Margasatwa Padang Sugihan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan memperketat pengamanan kawasan habitat gajah di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan yang terancam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sedikitnya 2.300 hektare dari total luas sekitar 88.000 hektare kawasan konservasi tersebut telah terbakar sejak awal Agustus 2026. Tujuh posko siaga kini diterjunkan untuk melindungi area Pusat Konservasi Gajah (PKG) seluas 7.350 hektare dari penyebaran api.

PALEMBANG — Upaya penyelamatan habitat gajah Sumatera di SM Padang Sugihan terus diintensifkan BKSDA Sumatera Selatan. Langkah ini ditempuh menyusul munculnya kembali titik api di sekitar Posko Tambatan sejak 29 Agustus, setelah sebelumnya api sempat berhasil dikendalikan.

Kepala Balai BKSDA Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto mengatakan, pihaknya tidak hanya mengandalkan patroli darat. Personel Brigdal Karhutla BKSDA Sumsel yang berjaga di tujuh posko selama 24 jam juga dibantu pengeboman air dari helikopter yang diterjunkan Satgas Darurat Bencana Asap Provinsi Sumsel setiap hari.

Mengapa Titik Api Kembali Muncul?

Daniwari menduga kebakaran yang terjadi belakangan ini dipicu bara api yang terbawa angin dari kawasan di luar SM Padang Sugihan yang sebelumnya telah terbakar. Kondisi ini membuat tim gabungan harus bekerja ekstra untuk mencegah api merambah ke zona inti perlindungan gajah.

"Dengan penanganan seperti itu, alhamdulillah dampaknya tidak terlalu besar. Memang belum bisa padam seluruhnya, tetapi setidaknya penyebarannya masih bisa kita kendalikan," ujarnya di Palembang, Jumat.

Intervensi Hidrologi untuk Menjaga Gambut Tetap Basah

Selain pemadaman langsung, BKSDA Sumsel melakukan intervensi pengelolaan hidrologi di bagian selatan SM Padang Sugihan. Pembangunan flat gate dan sekat kanal di sepuluh titik dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sehingga lahan gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar.

Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi kawasan wildlife protection unit serta Pusat Konservasi Gajah Jalur 21 yang menjadi rumah bagi populasi gajah Sumatera. Api yang masuk ke area tersebut dikhawatirkan mengganggu ekosistem dan keselamatan satwa dilindungi.

Sinergi Tim Gabungan di Lapangan

Penanganan karhutla di SM Padang Sugihan tidak dilakukan sendiri oleh BKSDA. Tim gabungan yang bertugas di lapangan melibatkan Manggala Agni, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Sumatera, serta personel TNI.

Mereka bertugas melakukan patroli, penjagaan, dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Keberadaan posko yang beroperasi selama 24 jam diharapkan mampu mempercepat respons saat ditemukan titik api baru, sekaligus mencegah meluasnya kebakaran seperti yang terjadi pada pekan pertama Agustus lalu.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks