SUMATERA SELATAN — Harga bahan bakar minyak di Malaysia turun pada periode 1-7 Oktober 2026 untuk RON 95, RON 97, dan solar B10/B15, sementara seluruh produk nonsubsidi Pertamina di Indonesia tidak bergerak dari penyesuaian terakhir 2 September 2026. RON 95 nonsubsidi Malaysia kini RM 4,52 (Rp 19.808) per liter, turun lima sen dari pekan sebelumnya. Kondisi ini terjadi saat harga minyak dunia justru sedang dalam tren kenaikan.
Penurunan tarif di Malaysia berlaku efektif sepanjang 1-7 Oktober 2026 dan menandai gelombang perubahan ke-41 pada skema evaluasi mingguan sepanjang tahun ini. Sejak mekanisme penetapan harga berkala perdana bergulir pada awal 2019, edisi kali ini tercatat sebagai yang ke-404.
RON 95 Nonsubsidi Turun Lima Sen, Solar Ikut Terkoreksi
Mengutip data resmi yang dihimpun Paultan, banderol bensin RON 95 nonsubsidi di Malaysia kini berada di RM 4,52 (Rp 19.808) per liter. Angka itu meluncur turun lima sen dari pekan sebelumnya yang berkisar RM 4,57 (Rp 20.027) per liter.
Penyesuaian serupa dialami RON 97 yang terkoreksi menjadi RM 5,00 (Rp 21.911) per liter dari semula RM 5,05 (Rp 22.130) per liter. Varian solar B10/B15 tanpa subsidi ikut terpangkas 15 sen menjadi RM 5,27 (Rp 23.094) per liter, dari patokan pekan lalu RM 5,42 (Rp 23.752) per liter.
Budi Madani RON 95 Tetap Rp 8.720 per Liter untuk Warga Lokal
Di tengah penurunan harga nonsubsidi, opsi bensin bersubsidi Budi Madani RON 95 (Budi95) dipatok konsisten di RM 1,99 atau sekitar Rp 8.720 per liter. Fasilitas ini hanya tersedia bagi warga lokal pemilik SIM aktif.
Kuota bulanan Budi95 sebesar 300 liter sudah dipulihkan sejak 1 September 2026. Skema subsidi tertarget ini menjadi pembeda utama antara struktur harga Malaysia dan Indonesia, di mana Pertamina masih menyalurkan subsidi melalui mekanisme berbeda.
Pertamax dan Dexlite Tak Bergerak Sejak 2 September
Hingga memasuki 1 Oktober 2026, jajaran BBM Pertamina terpantau belum mengalami perubahan harga sama sekali. Berdasarkan pantauan di situs Pertamina Patra Niaga, penyesuaian terakhir terjadi pada 2 September 2026.
Berikut daftar harga BBM nonsubsidi SPBU Pertamina per awal Oktober 2026:
- Pertamax 92: Rp 15.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp 16.600 per liter
- Pertamax Turbo 98: Rp 19.600 per liter
- Dexlite: Rp 23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter
Seluruh produk tersebut masih mempertahankan tarif yang sama dari bulan sebelumnya. Tidak ada koreksi harga untuk BBM diesel maupun bensin nonsubsidi sepanjang September hingga awal Oktober.
Mengapa Arah Harga Kedua Negara Berbeda
Malaysia menerapkan evaluasi harga mingguan otomatis yang mengikuti pergerakan pasar, sehingga penurunan harga minyak global bisa langsung diteruskan ke konsumen. Mekanisme ini memungkinkan harga naik-turun dalam siklus tujuh hari.
Indonesia menempuh jalur berbeda. Penyesuaian harga Pertamina dilakukan secara periodik berdasarkan keputusan korporasi dengan mempertimbangkan kurs, biaya distribusi, dan margin. Akibatnya, momen penyesuaian tidak selalu sejalan dengan fluktuasi harga minyak dunia.
Bagi pengguna kendaraan di Indonesia, kondisi ini berarti tidak ada perubahan pengeluaran bahan bakar untuk sementara waktu. Sebaliknya, pemilik kendaraan di Malaysia menikmati penghematan kecil pada pekan pertama Oktober, terutama untuk kendaraan berbahan bakar bensin RON 95 dan solar.