SUMATERA SELATAN — Dinas Kesehatan Provinsi Bali memperluas sasaran imunisasi HPV ke anak laki-laki kelas 5 SD mulai 2026. Hingga 21 September 2026, cakupan imunisasi HPV anak laki-laki sudah mencapai 76,26 persen dari total 29.818 anak yang menjadi sasaran.
Sebanyak 29.818 anak laki-laki kelas 5 SD di Bali masuk dalam daftar sasaran imunisasi HPV tahun ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, menyebut ini sebagai tahun pertama imunisasi HPV menyasar anak laki-laki.
Sebelumnya, imunisasi HPV hanya diberikan kepada anak perempuan kelas 5 SD selama tiga tahun terakhir. Perluasan ini menjadi bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 yang digelar serentak di sekolah-sekolah dasar.
Mengapa Anak Laki-Laki Kini Ikut Imunisasi HPV
Kebijakan baru ini menempatkan anak laki-laki sebagai penerima manfaat imunisasi HPV, tidak lagi hanya anak perempuan. Raka menjelaskan perluasan sasaran dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan BIAS 2026.
"Kalau untuk imunisasi HPV pada anak perempuan sudah tiga tahun belakangan diberikan di kelas 5. Tahun ini mulai diberikan juga untuk anak laki-laki di kelas 5," kata Raka kepada RRI.CO.ID, Kamis 01 Oktober 2026.
Dengan cakupan yang merata, perlindungan terhadap infeksi HPV diharapkan terbentuk lebih luas di populasi anak usia sekolah.
Capaian Imunisasi HPV Anak Laki-Laki dan Perempuan
Data per 21 September 2026 menunjukkan capaian imunisasi HPV anak laki-laki sebesar 76,26 persen dari total sasaran 29.818 anak. Sementara itu, dari 28.573 anak perempuan yang menjadi sasaran, capaian imunisasi HPV mencapai 76,29 persen.
Angka ini menunjukkan partisipasi yang relatif seimbang antara kedua kelompok sasaran. Pelaksanaan imunisasi dilakukan secara terjadwal melalui sekolah-sekolah di seluruh kabupaten dan kota di Bali.
Jadwal dan Jenis Imunisasi BIAS 2026
Program BIAS 2026 menyasar siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 5 SD dengan jenis imunisasi yang berbeda. Siswa kelas 1 menerima imunisasi tetanus difteri (TD), kelas 2 mendapat campak-rubela, sedangkan kelas 5 menerima imunisasi HPV.
Pembagian ini disesuaikan dengan kelompok usia dan kebutuhan perlindungan masing-masing anak. Orang tua bisa menanyakan jadwal imunisasi di sekolah masing-masing untuk memastikan anak tidak terlewat.
Anak Sakit Saat Jadwal Imunisasi? Ada Sweeping dari Puskesmas
Anak yang tidak bisa mengikuti imunisasi di sekolah karena sakit atau alasan lain tetap akan dijangkau petugas puskesmas. Raka menjelaskan mekanisme sweeping dilakukan setelah pelaksanaan imunisasi di sekolah selesai.
"Untuk proses sweeping-nya, biasanya pada saat pelaksanaan ada yang sakit. Petugas puskesmas setelah September ini melakukan sweeping," ujarnya.
Pengejaran sasaran yang belum mendapat imunisasi masih berlangsung hingga Oktober 2026. Selain HPV, puskesmas juga mengejar pemberian imunisasi campak-rubela dan TD kepada anak yang belum menerimanya.
Yang Perlu Ibu Perhatikan
Pastikan anak dalam kondisi sehat saat jadwal imunisasi di sekolah. Jika anak sedang demam atau sakit, catat dan tanyakan ke pihak sekolah atau puskesmas terdekat soal jadwal sweeping.
Simpan buku KIA atau kartu imunisasi anak agar riwayat vaksinasi tetap tercatat rapi. Jika ada pertanyaan soal efek samping atau kondisi khusus anak, konsultasikan langsung dengan dokter atau petugas puskesmas.
Perluasan imunisasi HPV ke anak laki-laki di Bali menjadi langkah penting dalam melindungi generasi muda dari risiko infeksi HPV. Dukung program ini dengan memastikan anak hadir saat jadwal imunisasi tiba.