Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Selatan memperluas program kampung budi daya ikan ke sejumlah daerah dari 17 kabupaten dan kota di provinsi itu. Setiap kampung mengembangkan jenis ikan berbeda, mulai dari lele, nila, gabus, baung, hingga patin, disesuaikan dengan kondisi wilayah dan potensi pasar setempat.
PALEMBANG — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel Aries Irwan Wahyu menyatakan pihaknya terus mendorong pengembangan kampung budi daya ikan di kabupaten dan kota. Sejauh ini, sejumlah daerah telah menjalankan program tersebut dengan komoditas yang berbeda-beda.
Daerah yang sudah mengembangkan kampung budi daya ikan meliputi Kota Palembang, Prabumulih, Lubuklinggau, Kabupaten OKU Timur, Banyuasin, Musi Banyuasin, Musirawas, dan Ogan Ilir. Pemilihan jenis ikan disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing serta potensi pasar yang ada.
Patin hingga Gabus, Ini Sebaran Kampung Budi Daya di Sumsel
Sesuai ketentuan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kabupaten OKU Timur dan Banyuasin mengembangkan ikan patin melalui program Kampung Patin. Sementara Kota Palembang, Prabumulih, dan Muba mengembangkan budi daya ikan lele lewat Kampung Lele.
Kabupaten Musirawas mengembangkan Kampung Nila, Lubuklinggau dengan Kampung Baung, dan Kabupaten Ogan Ilir dengan Kampung Gabus. Jenis ikan yang dibudidayakan bervariasi, mulai dari lele, nila, gabus, hingga baung.
"Hingga kini kami telah mengembangkan kampung budi daya ikan di sebagian daerah dari 17 kabupaten dan kota," kata Aries Irwan Wahyu di Palembang.
Banyuasin Jadi Andalan Produksi Patin
Dari sejumlah daerah tersebut, Kabupaten Banyuasin tercatat berhasil membudidayakan ikan patin dengan produksi rata-rata per tahun di atas 100 ribu ton. Capaian itu menjadikan Banyuasin sebagai salah satu penopang produksi perikanan budi daya di Sumsel.
Ke depan, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel berupaya menambah jenis ikan dan lokasi kampung budi daya. Langkah itu diarahkan agar Sumsel menjadi penghasil ikan terbesar dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat provinsi sekitar, bahkan nasional.
Pengembangan kampung budi daya ikan menjadi salah satu strategi daerah untuk meningkatkan produksi ikan secara berkelanjutan. Dengan pendekatan per wilayah, jenis komoditas yang dikembangkan diharapkan lebih sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat.