Militer Israel kembali melancarkan serangan di sejumlah titik Jalur Gaza, menewaskan seorang warga Palestina dan melukai 15 orang lainnya. Serangan udara dan tembakan artileri menyasar kendaraan serta pejalan kaki di Gaza tengah dan Kota Gaza, meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat pelanggaran Israel terhadap kesepakatan itu telah menewaskan 1.445 warga Palestina hingga Sabtu.
KOTA GAZA — Sumber medis di Gaza melaporkan seorang warga Palestina tewas dan 10 lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menyasar sebuah kendaraan di Al-Hawouz, Gaza tengah, selatan Deir al-Balah.
Lima warga lainnya mengalami luka, termasuk satu orang dalam kondisi kritis, setelah tembakan artileri Israel menyasar seseorang yang melintas di dekat kantor pusat Serikat Insinyur di barat laut Kota Gaza.
Serangan tersebut menambah daftar insiden kekerasan yang terus terjadi meski gencatan senjata telah disepakati sejak 10 Oktober 2025.
Serangan di Kamp Pengungsi dan Khan Younis
Sejumlah saksi menyebut militer Israel juga menembaki wilayah timur kamp pengungsi Al-Maghazi dan bagian selatan Kota Khan Younis. Kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke wilayah selatan dan timur Khan Younis serta bagian utara Beit Lahia.
Kapal-kapal militer Israel turut menembaki wilayah pesisir Rafah dan Kota Gaza. Sumber lokal melaporkan pembongkaran besar-besaran terhadap sejumlah bangunan dan fasilitas di bagian timur Kota Gaza.
Ribuan Korban Sejak Gencatan Senjata Disepakati
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata tahun lalu telah menewaskan sedikitnya 1.445 warga Palestina dan melukai 5.072 lainnya hingga Sabtu.
Angka tersebut menunjukkan gencatan senjata yang diberlakukan sejak Oktober 2025 belum sepenuhnya menghentikan kekerasan di wilayah kantong berpenduduk padat itu.
Lebih dari 74.000 Warga Palestina Tewas Sejak Oktober 2023
Sejak perang genosida Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 175.000 lainnya terluka, menurut data Palestina. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut juga hancur.
Data tersebut menggambarkan skala kehancuran yang dialami Gaza selama lebih dari dua tahun konflik bersenjata.