Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menyiagakan sekitar 350 puskesmas dan empat posko kesehatan tingkat provinsi untuk mengantisipasi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap karhutla. Posko layanan terpadu provinsi mulai beroperasi 5 Oktober 2026 di Jakabaring, Monpera, Kertapati, serta Sako-Sematang Borang. Langkah ini menyasar warga di Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Kota Palembang yang paling terdampak pekatnya asap.
PALEMBANG — Empat posko kesehatan tingkat provinsi tersebut didukung sejumlah rumah sakit pemerintah daerah, termasuk Rumah Sakit Siti Fatimah, Rumah Sakit Mata, Rumah Sakit Gilut, dan Rumah Sakit Erba. Pelayanan di posko beroperasi satu shift mulai pukul 08.00 WIB, sementara layanan siaga 24 jam tetap diberlakukan pada puskesmas tertentu berdasarkan tingkat kerawanan kasus.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Farida mengatakan jajaran kesehatan di kabupaten/kota terdampak kabut asap telah digerakkan. Wilayah yang menjadi perhatian utama meliputi Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir.
61 Posko Gratis di Palembang Beroperasi dari 44 Puskesmas
Khusus di Kota Palembang, Dinkes Sumsel membuka sekitar 61 posko pelayanan gratis yang berasal dari 44 puskesmas. Posko-posko itu ditempatkan untuk mendekatkan akses kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Puskesmas itu ada dua, rawat inap dan rawat jalan. Jadi berdasarkan kasusnya yang terbanyak, memang ada empat kabupaten itu, tetapi semuanya tetap standby,” kata Farida di Palembang, Selasa.
Masker Gratis Dibagikan di 8 Titik Rawan Palembang
Sebagai langkah preventif, Dinkes Sumsel menggencarkan pembagian masker gratis di delapan titik rawan di Kota Palembang. Titik-titik tersebut mencakup kawasan Kertapati, Gandus, Alang-Alang Lebar, hingga Sako.
Pembagian masker diarahkan untuk melindungi masyarakat dari paparan asap karhutla, terutama di wilayah dengan kondisi kualitas udara yang terdampak. Farida menyebut langkah ini sebagai upaya memperkuat perlindungan warga di luar layanan kuratif.
Data Pasien Posko Provinsi Masih Dihimpun
Terkait jumlah pasien yang telah mendapatkan pelayanan di empat posko provinsi, Farida menyatakan data penanganan masih dihimpun dari laporan petugas di lapangan. Posko baru mulai beroperasi sehingga rekap belum tersedia saat keterangan diberikan.
“Poskonya dimulai 5 Oktober mulai pukul 08.00 WIB ini secara persiapan. Jadi kalau mau tanya apakah kasus-kasus yang kami layani di posko, empat posko tersebut, belum kami dapat data. Nanti paling sore kalau ada,” ujarnya.
Dinkes Sumsel menyatakan seluruh fasilitas kesehatan di kabupaten/kota terdampak tetap bersiaga mengikuti perkembangan kasus ISPA dan kondisi kabut asap di wilayah masing-masing.