TANJUNG RAJA — Peninjauan berlangsung dengan didampingi staf ahli dan sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Rombongan melihat langsung perkembangan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut sekaligus meninjau pemanfaatan teknologi yang sudah berjalan untuk mendukung proses pembelajaran.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Ogan Ilir memperkuat mutu pendidikan lewat pembenahan sarana dan prasarana sekolah. Pemanfaatan teknologi digital disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari program tersebut.
Fasilitas Memadai Harus Diiringi Kapasitas Guru
Ardani menegaskan, revitalisasi sekolah tidak boleh berhenti pada perubahan kondisi fisik bangunan semata. Program itu harus memberi dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran yang dirasakan langsung oleh guru dan siswa.
Menurutnya, fasilitas pendidikan yang memadai perlu diiringi pemanfaatan teknologi digital secara optimal serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Kombinasi keduanya diharapkan membuat kegiatan belajar mengajar lebih efektif, inovatif, dan interaktif.
"Revitalisasi tidak boleh berhenti pada perubahan kondisi fisik bangunan semata," kata Ardani saat meninjau sekolah, Jumat (16/10/2026).
Belajar Sesuai Perkembangan Zaman
Pemkab Ogan Ilir menargetkan sekolah di wilayahnya tidak hanya memiliki bangunan yang lebih baik. Sekolah juga diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Program Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026 menyasar pembenahan fasilitas pendidikan sekaligus pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar. SD Negeri 12 Tanjung Raja menjadi salah satu titik yang ditinjau dalam pelaksanaan program tersebut.
Sejumlah kepala perangkat daerah yang ikut mendampingi Wabup Ardani tercatat meninjau langsung kesiapan sarana di sekolah itu. Pemkab belum merinci jumlah sekolah yang menjadi sasaran program pada 2026.