Honda China Obral Stok ZR-V dan Hentikan Pesanan Fit Setelah Penjualan Anjlok 48 Persen

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:28:29 WIB
Honda China memberikan diskon besar untuk model ZR-V guna menghabiskan stok yang menumpuk.

SUMATERA SELATAN — Pemandangan di berbagai diler Honda di China kini berubah drastis. Unit-unit yang biasanya menjadi tulang punggung penjualan, kini dipajang dengan label diskon yang sulit dipercaya atau bahkan mulai menghilang dari katalog pemesanan resmi. Kondisi ini merupakan buntut dari laporan Sina Finance yang menyebutkan Honda hanya mampu melego 22.595 unit kendaraan di seluruh penjuru Negeri Tirai Bambu sepanjang April 2026 kemarin.

Jika ditarik lebih luas, akumulasi penjualan Honda sejak Januari hingga April 2026 tertahan di angka 145.065 unit. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 28 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Lesunya daya beli terhadap merek Jepang ini memaksa manajemen melakukan cuci gudang besar-besaran untuk menghabiskan stok yang menumpuk di gudang diler.

Diskon Gila-gilaan dan Nasib Honda ZR-V yang Terpinggirkan

Honda ZR-V menjadi salah satu model yang paling terdampak dalam restrukturisasi lini produk ini. SUV yang pertama kali menyapa publik China pada 2022 tersebut kini sedang dalam fase pembersihan stok melalui diskon yang sangat agresif. Harganya terjun bebas dari angka awal sekitar 210.000 yuan atau setara Rp468 jutaan, menjadi hanya 84.800 yuan yang jika dikonversi berada di kisaran Rp189 jutaan.

Penurunan harga lebih dari 50 persen ini mengindikasikan upaya keras diler untuk segera melepas unit sebelum model ini benar-benar disuntik mati. Laporan lapangan menunjukkan bahwa ZR-V bahkan sudah mulai dihapus dari kanal promosi resmi di tingkat diler. Konsumen yang masih berminat hanya bisa membeli unit sisa produksi (ready stock) tanpa bisa melakukan pemesanan spesifikasi khusus.

Akhir Perjalanan Honda Fit dan Lini Sedan Hybrid

Nasib serupa menimpa Honda Fit, hatchback yang selama ini memiliki basis penggemar loyal di China. Sejak awal 2026, diler Honda dilaporkan telah menutup keran pemesanan baru untuk Fit, disusul oleh model kembarannya yakni Honda LIFE. Langkah ini menandai berakhirnya era mobil kompak bermesin konvensional Honda yang mulai kalah pamor dari mobil listrik mungil buatan pabrikan lokal.

Di segmen sedan, Honda Accord e:PHEV juga tidak luput dari badai efisiensi. Meski belum ada pengumuman resmi mengenai penghentian total produksinya, Honda sudah mulai mengurangi volume manufaktur untuk sedan hybrid ini. Saat ini, Accord e:PHEV masuk dalam fase clearance sale dengan potongan harga signifikan guna menarik minat pembeli di tengah persaingan ketat segmen elektrifikasi.

Penutupan Pabrik dan Pangkas Kapasitas Produksi Massal

Tekanan pasar yang begitu hebat memaksa Honda melakukan langkah yang lebih fundamental: menutup fasilitas produksi. Pabrik GAC Honda yang berlokasi di Huangpu, Guangzhou, dijadwalkan berhenti beroperasi sepenuhnya pada Juni 2026. Tidak berhenti di situ, pabrik Dongfeng Honda di Wuhan juga masuk dalam daftar penutupan yang direncanakan pada 2027 mendatang.

Langkah ini secara otomatis memangkas kapasitas produksi mobil bermesin pembakaran internal (ICE) Honda di China secara masif. Dari yang semula mampu memproduksi 1,2 juta unit per tahun, kini kapasitasnya dirampingkan menjadi hanya 720 ribu unit per tahun. Strategi ini diambil agar perusahaan tetap ramping dan bisa bertahan di tengah gempuran agresif merek lokal seperti BYD, Geely, Chery, hingga pendatang baru Xiaomi yang menguasai segmen EV dan Hybrid.

Pergeseran drastis ini menjadi sinyal kuat bahwa dominasi merek otomotif global di China tidak lagi absolut. Tanpa akselerasi produk elektrik yang kompetitif, pabrikan sekelas Honda pun harus rela mengorbankan model-model ikoniknya demi menyesuaikan diri dengan realitas pasar yang kini lebih memihak pada teknologi baterai dan efisiensi energi.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top