PRABUMULIH — Pemerintah Kota Prabumulih menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 sebagai langkah antisipatif menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, memimpin langsung rapat yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota pada Senin (25/5/2026) itu.
Franky Nasril dalam sambutannya menekankan bahwa rapat ini digelar khusus untuk menyiapkan langkah-langkah konkret menjelang momentum tertentu yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran. Ia menyebut koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar distribusi barang tetap lancar dan daya beli masyarakat tidak tergerus.
“Dalam berbagai kesempatan, Pemerintah Kota Prabumulih menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan harga pasar, menjaga ketersediaan stok pangan, serta menjalankan berbagai program strategis sebagai upaya menekan laju inflasi daerah,” ujar Franky Nasril.
Pemkot Prabumulih memastikan akan memperketat pemantauan harga di pasar tradisional dan modern. Langkah ini dibarengi dengan upaya menjaga ketersediaan stok pangan agar pasokan tidak terputus saat permintaan meningkat.
Franky menambahkan, program strategis yang sudah berjalan akan terus dievaluasi dan diperkuat. Targetnya, seluruh kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Prabumulih.
Rapat koordinasi ini dihadiri perwakilan dari berbagai instansi, antara lain Badan Pusat Statistik (BPS), Polres Prabumulih, Inspektorat, DPMPTSP, Disdikbud, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Disperindag, Bappeda, Bapenda, dan BPKAD. Keterlibatan banyak pihak ini menunjukkan pengendalian inflasi tidak bisa ditangani sendiri oleh satu dinas saja.
Melalui rapat ini, Franky Nasril berharap tercipta langkah-langkah yang efektif, terukur, dan tepat sasaran dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia optimistis koordinasi yang baik antarinstansi mampu menekan laju inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Prabumulih secara keseluruhan.