PALEMBANG — Rentetan kecelakaan maut di jalur lintas Sumatera kembali menelan korban jiwa. Kebakaran bus pertama terjadi pada 6 Mei 2026 di Jalan Lintas Tengah Sumatera, Kabupaten Musi Rawas. Bus ALS bernopol Sumatera Utara itu terbakar setelah bertabrakan dengan truk tangki. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Armada nahas itu diketahui sudah berusia tua dan direncanakan pensiun pada Oktober 2026. Sebelum kejadian, awak bus sempat menyapa komunitas penggemar bus (bismania) dalam beberapa kesempatan yang kemudian dikenang sebagai pertemuan terakhir. Keluarga awak bus mengaku sudah tiga tahun terakhir tidak bertemu korban sebelum musibah itu terjadi.
Insiden ini terjadi tepat setahun setelah bus ALS mengalami kecelakaan di Padang Panjang, Sumatera Barat, yang juga merenggut nyawa beberapa penumpang.
Kebakaran bus kedua terjadi di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Sabtu (30/5/2026). Bus milik PO Palala yang sedang melaju menuju Sumatera Barat ludes dilalap api. Beruntung, seluruh penumpang dan awak bus berhasil menyelamatkan diri.
Hasil olah tempat kejadian perkara oleh Polres Musi Banyuasin menunjukkan kebakaran dipicu pecahnya ban belakang kanan. Gesekan velg dengan aspal menimbulkan percikan api yang merambat ke mesin dan sistem kelistrikan bus.
Kasi Humas Polres Muba AKP Hutahaean menjelaskan, sopir masih sempat menghentikan laju kendaraan saat api mulai membesar. “Berdasarkan keterangan awal, diduga kebakaran dipicu oleh pecah ban yang kemudian menyebabkan korsleting di bagian dekat roda belakang dan mesin sehingga menimbulkan api,” ujarnya mewakili Kasat Lantas Polres Muba AKP Rendy Novriady.
Seluruh bagian badan bus hangus terbakar. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut karena proses evakuasi berlangsung cepat.
Meski sama-sama melibatkan bus AKAP, dua peristiwa ini menunjukkan kontras hasil akhir. Di Musi Rawas, tabrakan dengan truk tangki membuat api menjalar cepat dan memakan korban jiwa. Sementara di Bayung Lencir, kebakaran murni akibat teknis kendaraan dan bisa diantisipasi awak bus.
Kedua kejadian ini menjadi pengingat bagi operator bus untuk memeriksa kondisi armada secara berkala, terutama menjelang masa pensiun kendaraan. Polres setempat masih mendalami penyebab pasti kebakaran bus ALS di Musi Rawas, termasuk kemungkinan faktor human error atau kelalaian teknis.