Rupiah Sentuh Rp17.988 per Dolar AS, Tembus Level Terlemah Sepanjang Tahun

Penulis: Nasrul Effendi  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 09:50:01 WIB
Rupiah melemah ke posisi Rp17.988 per dolar AS, menembus level terendah tahun ini.

SUMATERA SELATAN — Pergerakan rupiah pada Jumat (14/6) pagi menjadi sinyal paling jelas betapa besarnya tekanan eksternal yang dihadapi mata uang Garuda. Dibuka di level Rp17.988 per dolar AS, posisi ini langsung melampaui titik psikologis Rp17.950 yang sebelumnya menjadi support kuat selama sepekan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, depresiasi sebesar 0,25 persen ini menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pagi ini, bersaing ketat dengan won Korea Selatan dan ringgit Malaysia. Sepanjang tahun berjalan, rupiah sudah kehilangan lebih dari 6 persen nilainya terhadap greenback.

Tiga Beban Sekaligus yang Menekan Rupiah

Tekanan terhadap rupiah datang dari tiga arah secara simultan. Pertama, data inflasi Amerika Serikat yang dirilis Kamis malam waktu Indonesia menunjukkan angka yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Kedua, indeks dolar AS (DXY) pagi ini bergerak di kisaran 105,8, mendekati level tertingginya dalam sebulan. Penguatan dolar ini membuat hampir seluruh mata uang emerging market tertekan, termasuk rupiah yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap pergerakan capital outflow.

Ketiga, harga obligasi pemerintah Indonesia (SUN) kembali turun di pasar sekunder, dengan yield acuan tenor 10 tahun naik ke level 6,95 persen. Kenaikan yield ini menandakan investor asing masih dalam mode wait and see, menunggu kepastian arah kebijakan moneter global.

Level Psikologis Rp18.000 Makin Dekat

Pelaku pasar kini memasang mata pada level Rp18.000 per dolar AS. Level ini belum pernah disentuh sejak krisis 2020 lalu. Jika tekanan berlanjut, bukan tidak mungkin rupiah akan menguji level tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Bank Indonesia sendiri diperkirakan akan kembali melakukan intervensi ganda — baik di pasar spot maupun melalui mekanisme Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) — untuk menahan laju pelemahan. Namun, efektivitas intervensi ini sangat tergantung pada seberapa besar tekanan eksternal yang masuk.

"Intervensi BI memang bisa menahan laju untuk sementara, tapi kalau indeks dolar terus menguat, rupiah tetap akan tertekan," kata seorang analis pasar uang yang enggan disebut namanya.

Apa Artinya Bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi importir, pelemahan rupiah ini berarti biaya pembelian bahan baku dan barang modal akan semakin mahal. Perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar juga akan merasakan beban bunga yang lebih berat saat melakukan konversi ke rupiah.

Sebaliknya, eksportir komoditas seperti batu bara, minyak sawit, dan nikel justru diuntungkan. Setiap pelemahan rupiah sebesar 1 persen berpotensi menambah pendapatan eksportir hingga triliunan rupiah per tahun, karena penerimaan mereka dalam dolar sementara biaya operasional dalam rupiah.

Bagi investor pasar saham, pelemahan rupiah biasanya menjadi sentimen negatif karena memicu aksi jual asing. IHSG pagi ini diperkirakan akan dibuka melemah mengikuti tekanan nilai tukar.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: kl.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top