PALEMBANG — Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, melakukan rotasi dan promosi terhadap enam pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Pergeseran ini merupakan bagian dari pelantikan massal yang juga mencakup pejabat eselon III, IV, dan tujuh kepala puskesmas.
Ratu Dewa menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah rutinitas belaka. Ia menyebut langkah ini sebagai penyegaran untuk mempercepat roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Enam Pejabat yang Bergeser: Dari Inspektorat hingga Bappeda
Berikut adalah enam kepala dinas yang mengalami pergeseran jabatan dalam pelantikan tersebut:
- Jamiah Haryanti, dari Kepala Inspektorat menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
- Yanurpan Yany, dari Kepala BKPSDM menjadi Kepala Bappeda.
- Adi Zahri, dari Kepala Dinas Kominfo menjadi Kepala BKPSDM.
- Kemas Haikal, dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran menjadi Kepala Dinas Kominfo.
- Dr Korlena, dari Kepala Bappeda menjadi Kepala Disdukcapil.
- Sulaiman Amin, dari Kepala Dinas Kebudayaan menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda.
Instruksi Khusus: Camat Diminta Jemput Bola ke Warga
Dalam sambutannya, Ratu Dewa memberikan perhatian khusus kepada camat dan kepala puskesmas. Ia meminta para camat untuk tidak hanya bekerja di belakang meja.
"Saya minta kalian sering-sering turun ke lapangan. Lakukan sistem jemput bola ke masyarakat. Kita harus tahu apa yang dibutuhkan warga Palembang secara langsung," ujarnya.
Sementara itu, kepada para kepala puskesmas, ia meminta pelayanan terbaik demi mewujudkan visi Palembang Sehat.
"Berikanlah pelayanan terbaik demi mewujudkan Palembang Sehat," katanya.
Penyegaran Birokrasi untuk Pelayanan Maksimal
Wali Kota berharap dengan rotasi ini, pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan berjalan lebih maksimal. Ia menekankan bahwa seluruh jajaran harus mengubah pola kerja menjadi lebih proaktif dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Pelantikan ini menjadi sinyal bahwa Pemkot Palembang tengah mendorong akselerasi kinerja di level birokrasi paling bawah. Camat dan puskesmas menjadi garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan persoalan harian warga.