PALEMBANG — Program pembinaan UMKM di Kota Palembang tidak hanya berhenti pada pelatihan. Pemerintah kota juga membuka akses pinjaman modal Rp5 juta per pelaku usaha dengan bunga nol persen, asalkan cicilan tidak pernah terlambat.
Skema itu diungkapkan Sekretaris Daerah Palembang Aprizal Hasyim, Kamis (20/2). Menurut dia, sebanyak 167.000 UMKM yang sudah terdata akan menjadi sasaran prioritas pembinaan, terutama yang masuk kategori keluarga miskin ekstrem.
Dua Jalur Pembinaan: Pelatihan dan Modal
Pemkot Palembang melalui Dinas UMKM menjalankan dua pendekatan sekaligus. Pertama, pelatihan yang mencakup manajemen keuangan, peningkatan kualitas produk, dan keterampilan sesuai bidang usaha masing-masing.
Kedua, akses permodalan. Setiap pelaku UMKM yang sudah mengikuti pelatihan dan terdaftar dalam data 18 kecamatan bisa mengajukan pinjaman Rp5 juta ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palembang.
Syarat Pinjaman: Tepat Waktu Bayar Cicilan
Bunga nol persen hanya berlaku jika debitur tidak pernah terlambat membayar cicilan. Jika terlambat, skema bunga akan menyesuaikan ketentuan bank. Mekanisme ini dirancang untuk menjaga disiplin sekaligus meringankan beban usaha mikro.
“Setiap pelaku UMKM bisa mendapat modal pinjaman sebesar Rp5 juta dengan bunga nol persen jika tidak terlambat melaksanakan kewajiban mencicil pinjaman,” kata Aprizal.
Antisipasi Salah Sasaran: Survei Langsung ke Lokasi
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, BPR Palembang melakukan survei langsung ke lokasi usaha pemohon. Proses ini bertujuan memverifikasi bahwa pelaku benar-benar menjalankan usaha, bukan sekadar nama di atas kertas.
Pemkot menargetkan UMKM binaan bisa naik kelas. “Melalui upaya tersebut diharapkan pelaku UMKM di kota ini dapat terus menjalankan usahanya, bahkan tumbuh dan berkembang menjadi usaha besar yang dapat menampung tenaga kerja dalam jumlah banyak,” harap Sekda Aprizal.
Apa Langkah Selanjutnya bagi UMKM Palembang?
Program ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan. Setelah pelatihan dan pencairan modal, Dinas UMKM akan memantau perkembangan usaha secara berkala. Inovasi baru juga terus diupayakan untuk menyesuaikan kebutuhan pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi global.