SUMATERA SELATAN — Cleer Arc 5 adalah earbuds open-ear yang mencoba mendobrak pakem. Alih-alih menyasar pelari atau pengunjung gym, Cleer membidik pengguna yang butuh tetap sadar situasi di kantor atau saat nonton film di transportasi umum. Earbuds ini resmi dirilis Maret 2026 di AS dengan banderol USD 219 (sekitar Rp 3,6 juta), menjadikannya salah satu termahal di kelasnya—setelah Bose Ultra Open Earbuds dan Shokz OpenFit Pro.
Fitur adalah area di mana Arc 5 bersinar. Casing pengisi daya berukuran besar (8,3 x 6 x 2 cm, 97 gram) dibekali layar sentuh yang memungkinkan pengguna mengganti lagu, mengatur EQ, hingga memicu rana kamera jarak jauh tanpa menyentuh ponsel. Di dalamnya ada cermin dan lampu UV untuk sterilisasi earbud.
Lewat aplikasi Cleer+, pengguna bisa mengakses equalizer 8-band, mengaktifkan Dolby Atmos dan THX Spatial Audio untuk menonton film, serta fitur kesehatan seperti pengingat gerak dan tes postur. Tes postur menggunakan sensor gerak earbud untuk mengecek apakah pengguna duduk tegak—berguna bagi pekerja kantoran, meski ponsel harus diletakkan sejajar mata agar akurat.
Sayangnya, tidak ada peredam bising aktif (ANC) di sini. Ini wajar untuk earbud open-ear, tapi beberapa kompetitor sudah mulai menyematkannya.
Dengan driver 16,2 mm dan dukungan codec LDAC, aptX Adaptive, hingga aptX Lossless, ekspektasi terhadap kualitas suara Arc 5 sangat tinggi. Namun hasil pengujian selama sebulan justru mengecewakan. Suara terdengar terkompresi, panggung suara sempit, serta treble dan bass tidak terdefinisi dengan baik.
Dalam lagu Good Feeling dari 311, bass menimpa instrumen lain hingga chorus terdengar semrawut. Vokal dan nada tinggi kehilangan energi—motif string di Thinking it Over milik Morningsider bahkan nyaris tidak terdengar di pre-chorus. Volume maksimum juga terlalu rendah untuk digunakan di luar ruangan bising, seperti saat berlari di dekat jalan raya.
Untuk musik akustik atau folk, kekurangan ini tidak terlalu terasa. Tapi secara keseluruhan, kualitas suara Arc 5 tidak sebanding dengan harganya.
Meski berukuran besar dan berbobot 11,5 gram per earbud, Arc 5 ternyata nyaman dipakai. Selama pengujian, earbud tidak pernah terasa goyang saat berlari berkat keseimbangan bobot yang pintar. Kontrol sentuh di bodi earbud responsif tanpa false trigger. Casing yang besar memang kurang praktis dibawa ke gym, tapi layarnya cukup berguna untuk pengaturan cepat.
Cleer Arc 5 adalah earbud yang membingungkan. Fitur seperti casing layar sentuh, Dolby Atmos, dan tes postur sangat unik dan berguna untuk pekerja kantoran atau penggemar film mobile. Namun kualitas suara yang biasa-biasa saja dan harga premium membuatnya sulit direkomendasikan untuk audiophile atau pengguna yang mencari value terbaik.
Jika Anda menginginkan earbud open-ear dengan suara lebih baik dan lebih murah, Huawei FreeArc atau Shokz OpenDots One bisa menjadi alternatif. Tapi jika fitur-fitur canggih dan kenyamanan di kantor adalah prioritas utama, Arc 5 layak dipertimbangkan.