SUMATERA SELATAN — Bagi pengguna setia ekosistem Apple, tahun 2026 hingga 2027 bakal jadi periode sibuk. Bloomberg merilis laporan terbaru yang mengungkap peta jalan produk Mac secara lebih gamblang — mulai dari MacBook Neo yang meminjam chip iPhone, hingga MacBook Ultra dengan layar OLED sentuh yang selama ini hanya rumor.
Produk yang paling menonjol dalam bocoran ini adalah MacBook Neo generasi baru. Laptop ini dikabarkan akan menggunakan chip A19 Pro — System-on-Chip (SoC) yang pertama kali diperkenalkan di iPhone 17 Pro. Tidak hanya itu, RAM akan lebih besar dan opsi warna baru ikut tersedia.
Ini pertama kalinya Apple secara serius membawa chip dari lini iPhone ke jajaran MacBook khusus. Sebelumnya, chip seri M sudah menjadi standar untuk laptop dan desktop Mac.
Antara musim gugur 2025 hingga awal 2027, Apple dijadwalkan meluncurkan MacBook Ultra. Laptop ini akan mengusung chip M5 Pro dan M5 Max — yang saat ini hanya ada di MacBook Pro kelas atas. Bedanya, MacBook Ultra dibekali layar OLED touchscreen dan antarmuka macOS yang dimodifikasi untuk mendukung sentuhan.
Ini menjadi sinyal terkuat bahwa Apple akhirnya serius menghadirkan layar sentuh di lini Mac, sesuatu yang selama bertahun-tahun dihindari oleh perusahaan.
Untuk jangka pendek, Apple sudah menyiapkan upgrade iMac dan MacBook Pro 14 inci entry-level pada musim gugur 2025. iMac diperkirakan mendapat chip M5, sementara MacBook Pro 14 inci akan langsung melompat ke M6.
Memasuki 2027, MacBook Air 13 inci dan 15 inci juga akan diperbarui — kemungkinan besar dengan chip M6, jika rantai pasokan tidak terganggu. Sementara itu, Mac Mini dan Mac Studio sedang dalam tahap pengujian dengan chip M5 Pro dan M5 Max atau M5 Ultra.
Untuk lini profesional, Apple masih mengerjakan redesain total MacBook Pro 14 inci yang akan debut dengan chip M7. Varian Pro dan Max dari chip M7 juga akan diperkenalkan pada MacBook Pro tahun depan.
Teknologi layar OLED tidak akan langsung hadir di semua produk. Bloomberg menulis bahwa penyebarannya dimulai dari iPad Mini, lalu menyusul MacBook Pro, kemudian MacBook Air pada 2028, dan akhirnya iMac di masa mendatang.
Ini berarti pengguna yang menginginkan layar OLED di Mac harus bersabar — atau bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk model Pro terlebih dahulu.
Apple baru menaikkan harga jajaran Mac pada Juni 2025. Idealnya, upgrade kali ini tidak dibarengi kenaikan harga lebih lanjut. Namun, Bloomberg mengingatkan bahwa permintaan memori (RAM/penyimpanan) masih tinggi, ditambah rumor Apple akan meluncurkan program sewa hardware baru. Kombinasi ini membuat kenaikan harga tetap terbuka lebar.
Untuk pengguna Indonesia, estimasi harga perlu dihitung dari kurs dolar AS (sekitar Rp 16.500 per USD) ditambah pajak dan bea masuk. Jika Apple kembali menaikkan harga global, selisih harga di Tanah Air bisa semakin lebar.
Bagi pengguna yang mengincar performa kelas atas dengan layar sentuh, MacBook Ultra menjadi produk paling menarik — meski harus menunggu hingga 2027. Sementara itu, pengguna MacBook Air dan iMac bisa bernapas lega karena upgrade chip rutin tetap berjalan tanpa perubahan desain drastis.
Keputusan cerdas: jika tidak mendesak, tunggu hingga akhir 2025 untuk melihat realisasi iMac M5 dan MacBook Pro M6. Untuk pengguna yang menginginkan layar OLED, siapkan strategi finansial — karena produk ini kemungkinan hadir dengan harga premium.