MUSI RAWAS — Sebanyak 5.650 kilogram atau 5,65 ton jagung kualitas bagus dari petani binaan Polsek BTS Ulu berhasil diserap Perum Bulog. Penjualan ini merupakan hasil pendampingan langsung jajaran Polsek BTS Ulu yang dipimpin Kanit Binmas Aipda Sobirin, didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Basor dan Brigpol Andri Fahlevi, Rabu (22/7/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.08 WIB itu menjadi bagian dari target besar Polsek BTS Ulu pada Kuartal III tahun ini. Dari total target 30 ton jagung yang ditetapkan, capaian baru mencapai 5,65 ton atau sekitar 18,8 persen.
Kehadiran personel Polri di tengah petani bukan sekadar menjaga keamanan. Mereka aktif memastikan hasil panen punya akses pasar yang jelas dan harga yang layak. Dengan pendampingan ini, petani tidak perlu khawatir soal rantai distribusi yang kerap merugikan.
"Kami dari Polres Musi Rawas beserta seluruh Polsek jajaran, termasuk Polsek BTS Ulu, berkomitmen penuh untuk mengawal dan menyukseskan program Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia, khususnya di bidang ketahanan pangan," ujar Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, dalam keterangannya.
Dengan capaian awal 5,65 ton, Polres Musi Rawas masih harus menggenjot produktivitas petani binaan. Kapolres menegaskan pihaknya akan terus mendorong hasil pertanian masyarakat agar target Kuartal III tercapai maksimal.
"Hari ini jajaran kami mendampingi petani binaan menyalurkan langsung 5,65 ton jagung hasil panen ke Bulog. Langkah ini merupakan wujud kehadiran Polri untuk memastikan kesejahteraan petani meningkat, rantai pasok pangan tetap terjaga, serta ketersediaan pangan di daerah tetap aman," pungkas AKBP Agung.
Program ketahanan pangan ini menjadi salah satu prioritas Polres Musi Rawas. Selain menjaga stabilitas keamanan, Polri di daerah juga ikut mengawal kesejahteraan petani agar hasil bumi tidak jatuh ke tengkulak dengan harga murah.