PALEMBANG — Sebanyak 148 hotel di Kota Palembang diminta ambil bagian dalam Program Rantang yang diaktifkan kembali oleh Pemkot Palembang. Program ini menyasar penyaluran makanan berlebih dari hotel yang masih layak dikonsumsi untuk warga miskin, khususnya yang tinggal di wilayah ring satu atau sekitar hotel.
Kepala Dinas Sosial Kota Palembang Raimon Lauri mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mengumpulkan data kesediaan hotel. “Kami sudah menyurati PHRI. Harapan kami seluruh hotel di Kota Palembang dapat berpartisipasi. Berdasarkan data, ada sekitar 148 hotel di Palembang, termasuk hotel berbintang,” ujarnya.
Hotel-hotel yang bersedia akan menyalurkan makanan berlebih yang masih layak konsumsi. Makanan tersebut kemudian dikumpulkan dan disalurkan kepada warga kurang mampu di sekitar hotel.
Program Rantang sebelumnya telah berjalan dan memberikan manfaat nyata. Wali Kota Palembang Ratu Dewa mencatat sebanyak 3.635 rantang makanan berhasil disalurkan kepada warga kurang mampu. Ia menilai program ini layak dihidupkan kembali karena menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama kelompok marginal.
“Ini program yang sangat baik sekali, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat bawah, khususnya masyarakat marginal dan kurang mampu. Saya minta Dinas Sosial menjadikan ini perhatian dan segera melaksanakannya kembali,” kata Ratu Dewa.
Raimon Lauri menjelaskan sasaran utama Program Rantang adalah masyarakat kurang mampu yang tinggal di sekitar kawasan hotel atau wilayah ring satu. “Makanan berlebih yang masih layak konsumsi dari hotel akan kami salurkan kepada masyarakat kurang mampu. Tujuannya untuk membantu kaum dhuafa sekaligus menekan angka kemiskinan, terutama bagi warga yang berada di sekitar hotel,” jelasnya.
Dinas Sosial berkomitmen mempercepat seluruh tahapan persiapan agar program segera berjalan kembali. “Insyaallah secepatnya akan kami laksanakan,” pungkas Raimon.