SUMATERA SELATAN — Uzone.id menguji performa Samsung Galaxy Z Fold8 lewat AnTuTu Benchmark v11, Geekbench 6, PCMark, hingga 3DMark Wild Life Stress Test. Hasilnya? Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan 2x prime-core Oryon V3 Phoenix L 4,74 GHz dan 6x performance-core 3,62 GHz memang ganas di atas kertas. Namun sistem pendinginnya punya pekerjaan rumah besar.
Di AnTuTu v11, Galaxy Z Fold8 mencatatkan skor 3.264.600 poin. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu smartphone lipat tercepat yang pernah diuji, meski masih di bawah ponsel lain dengan chipset serupa. Sistem ini sengaja tidak diatur terlalu agresif demi menjaga suhu, mengingat Fold8 tidak punya vapor chamber.
Samsung mengandalkan struktur pendinginan grafit untuk mempertahankan profil ramping. Konsekuensinya terasa saat pengujian: suhu baterai menyentuh 40,5 derajat Celcius dan CPU memanas hingga 51,2 derajat Celcius. Area belakang atas dekat kamera terasa hangat saat digenggam.
Skor single-core 3.557 poin dan multi-core 10.931 poin di Geekbench 6 menegaskan kemampuan CPU-nya. Membuka aplikasi, berpindah menu, dan multitasking terasa instan. Untuk GPU, skor OpenCL 22.954 poin menunjukkan daya grafis besar untuk gaming dan rendering.
Di PCMark Work 3.1, skor 19.822 poin mengonfirmasi performa harian yang mumpuni. Simulasi browsing, mengedit video, dan mengolah dokumen berjalan mulus. Layar dalam 7,6 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X (resolusi 1.828 x 2.448) sangat mendukung produktivitas, apalagi saat membuka dua aplikasi bersamaan.
Di sinilah masalah utamanya. Pada 3DMark Wild Life Stress Test yang menjalankan 20 loop berulang, skor terbaik Galaxy Z Fold8 mencapai 22.335 poin. Namun performanya anjlok drastis ke titik terendah 11.355 poin, menghasilkan stabilitas hanya 50,8 persen.
Penurunannya cepat dan brutal. Loop pertama 22.335 poin, loop kedua langsung turun ke 19.168, loop ketiga 17.544, dan loop keempat 16.206. Memasuki pertengahan pengujian, performa GPU bertahan di kisaran terendah. Frame rate yang tercatat 46-197 FPS menunjukkan ketidakstabilan ekstrem—dari sangat mulus hingga patah-patah dalam hitungan menit.
Artinya, untuk sesi gaming kompetitif yang panjang, Fold8 akan mengalami thermal throttling signifikan. Game ringan tidak masalah, tapi judul berat seperti Genshin Impact atau Honkai: Star Rail dengan setting tertinggi akan terasa panas dan frame rate-nya tidak konsisten setelah 10-15 menit bermain.
Samsung menyematkan fitur baru bernama My FanCam yang memanfaatkan AI untuk pelacakan dan pembingkaian objek otomatis pada video. Ini nilai tambah untuk content creator yang sering merekam objek bergerak tanpa bantuan kamera operator.
Galaxy Z Fold8 adalah ponsel lipat dengan performa CPU luar biasa untuk produktivitas dan penggunaan harian. Skor benchmark-nya konsisten tinggi di AnTuTu, Geekbench, dan PCMark. Namun, sistem pendingin berbasis grafit membuatnya kurang ideal untuk sesi gaming panjang atau rendering video berat.
Ponsel ini cocok untuk profesional yang butuh layar besar, multitasking, dan performa AI—bukan untuk gamer hardcore yang mengutamakan stabilitas frame rate. Jika prioritasmu gaming berat, ada baiknya menunggu varian dengan sistem pendingin lebih agresif atau mempertimbangkan ponsel gaming dengan vapor chamber.