Pertamina International Shipping Tanam 100 Terumbu Karang di Bali Barat, Target Hidupkan Kembali Pariwisata Bawah Laut

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:37:01 WIB
Pertamina International Shipping menanam 100 bibit terumbu karang di perairan Bali Barat untuk mendukung pemulihan ekosistem bawah laut.

SUMATERA SELATAN — Langkah ini bukan sekadar seremonial. PIS menempatkan bibit karang di kedalaman tiga meter dan akan memantaunya setiap tiga bulan sekali bersama warga. Jika tumbuh optimal, karang-karang ini diharapkan menjadi rumah baru bagi ikan dan biota lain, sekaligus daya tarik wisata selam yang selama ini menjadi mata pencaharian utama masyarakat Pejarakan.

"Laut adalah sumber kehidupan kita bersama, yang harus kita rawat bersama-sama. Keberlanjutan tentang bagaimana bisnis dan alam dapat berjalan bergandengan tangan penuh kasih," ujar Vega, Corporate Secretary PIS, dalam keterangan resminya.

Mengapa Restorasi Karang Penting bagi Warga Pesisir?

Kerusakan terumbu karang bukan hanya soal hilangnya keindahan bawah laut. Bagi nelayan dan pelaku wisata di Bali Barat, terumbu karang adalah "ATM" mereka. Ikan-ikan yang menjadi tangkapan harian bergantung pada ekosistem ini untuk berkembang biak. Pariwisata bahari yang ramai dikunjungi wisatawan asing pun ikut tumbang jika karang mati.

Karena itu, PIS menargetkan dampak ganda. Secara ekologi, penanaman karang ini memulihkan struktur fisik terumbu yang rusak. Secara ekonomi, keberhasilan restorasi ini diproyeksikan menguatkan sektor wisata bawah laut yang menjadi tumpuan perekonomian lokal.

Secara kumulatif, melalui program Marine Biodiversity, PIS telah menanam 3.725 fragmen terumbu karang di berbagai perairan Indonesia. Angka itu menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan, bukan proyek dadakan.

Ocean LiteraSEA: Menanam Cinta Laut Sejak Dini

PIS tidak berhenti di bawah permukaan air. Di darat, perusahaan menggelar program Ocean LiteraSEA untuk anak-anak usia dini di Desa Pejarakan. Materinya dikemas lewat storytelling interaktif agar anak-anak pesisir mengenal kekayaan lautnya sendiri.

Bantuan fasilitas pendidikan kelautan juga disalurkan ke yayasan setempat. Langkah ini menyasar SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, sekaligus memastikan regenerasi penjaga laut. "Kami ingin memastikan lingkungan laut tetap lestari sambil terus membangun kapasitas generasi muda dan fasilitas pendukung di wilayah pesisir," tambah Vega.

Program ini memang dirancang untuk merangkul dua pihak sekaligus: alam dan manusia. Anak-anak yang sejak kecil diajak mencintai laut diharapkan tumbuh menjadi penjaga ekosistem yang lebih tangguh dibanding generasi sebelumnya.

Apa Langkah Selanjutnya?

Pemantauan berkala setiap tiga bulan oleh Satgas Lingkungan Desa Pejarakan akan menentukan tingkat keberhasilan transplantasi ini. Jika karang menunjukkan pertumbuhan yang sehat, bukan tidak mungkin program serupa diperluas ke titik-titik rusak lainnya di Indonesia.

Bagi warga Pejarakan, keberhasilan ini berarti kepastian mata pencaharian. Bagi PIS, ini adalah bukti bahwa operasi bisnis dan pelestarian alam bisa berjalan beriringan. Pertanyaan besarnya kini: apakah perusahaan BUMN lain akan mengikuti jejak serupa?

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top