PALEMBANG — Penurunan harga ini membuat Pertamax dengan nilai oktan RON 92 lebih terjangkau dibandingkan bulan sebelumnya. Kebijakan tersebut berlaku di seluruh jaringan SPBU Pertamina di Indonesia, namun besaran tarif di tiap provinsi bisa berbeda lantaran faktor PBBKB yang ditetapkan pemerintah daerah.
Faktor Pemicu Penurunan Harga BBM Non-Subsidi
Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala dengan mempertimbangkan sejumlah indikator pasar. Beberapa di antaranya adalah pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, biaya distribusi, hingga kebijakan pemerintah yang berlaku.
Evaluasi rutin ini bertujuan agar harga BBM non-subsidi tetap mengikuti kondisi pasar energi global. Di sisi lain, langkah ini juga untuk menjaga ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat luas.
Keunggulan Pertamax untuk Performa Mesin
Bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, Pertamax dirancang untuk mesin dengan rasio kompresi menengah hingga tinggi. Klaimnya, angka oktan RON 92 mampu menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna sehingga performa mesin tetap optimal.
Selain itu, penggunaan Pertamax dinilai membantu menjaga kebersihan ruang bakar. Hal ini menjadi salah satu alasan produk tersebut tetap menjadi pilihan favorit di tengah beragam varian BBM yang tersedia.
Potensi Perubahan Tarif pada Periode Berikutnya
Meski mengalami penurunan pada awal Agustus, harga Pertamax berpotensi berubah kembali pada periode mendatang. Masyarakat disarankan memantau informasi resmi dari Pertamina yang biasanya mengumumkan penyesuaian harga setiap awal bulan.
Untuk mengetahui tarif terbaru, pengguna dapat mengakses aplikasi MyPertamina atau mengecek papan harga digital yang tersedia di setiap SPBU Pertamina di wilayah Sumatera Selatan.