Metroid Prime Origins, Demake 2D Buatan Fans Selama 3 Tahun, Rilis Tepat di Hari Jadi ke-40

Penulis: Nasrul Effendi  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:23:31 WIB
Komunitas penggemar mengunduh Metroid Prime Origins, demake 2D karya penggemar yang dirilis pada hari jadi ke-40 waralaba tersebut.

SUMATERA SELATAN — Komunitas Metroid global dikejutkan dengan rilis mendadak Metroid Prime Origins, sebuah proyek fan game yang dikerjakan secara rahasia selama tiga tahun terakhir. Game ini merupakan demake total dari Metroid Prime (GameCube, 2002) yang diubah menjadi side-scrolling 2D dengan estetika pixel art ala NES yang lebih detail, namun tetap mempertahankan nuansa retro khas era 8-bit.

Pengumuman ini muncul di subreddit Metroid dan langsung menuai respons positif dari pemain yang sudah menjajalnya. Dalam beberapa jam setelah perilisan, trailer resmi di YouTube dan tautan unduhan di Archive.org sudah dihapus. Meski begitu, file game masih bisa diunduh melalui Google Drive, dan para kreatornya sadar penuh akan risiko ini.

Gameplay 2D yang Solid dengan Sentuhan Modern

Dari sisi kontrol, Metroid Prime Origins terasa mulus. Samus bisa bergelantungan di tepi tebing (ledge grab), dan skema kontrolnya mendukung free aim di tombol kiri serta aim lock di tombol kanan untuk memudahkan bidikan ke musuh. Pemain juga bisa memakai mouse aiming jika tidak menggunakan controller.

Fitur khas scan visor dari game aslinya juga diadaptasi dengan baik. Pemain cukup menekan satu tombol untuk memindai makhluk atau lore yang tersebar di lingkungan, yang kemudian tercatat otomatis ke dalam bestiary dan log cerita. Semua teks lore di dalam game ditulis ulang oleh fans dan tidak menyalin langsung dari versi NTSC asli.

Fitur Lengkap, Siap Dimainkan untuk Semua Kalangan

Yang membuat proyek ini terasa profesional adalah menu opsi yang sangat lengkap. Tersedia fitur autosave, hints, pengaturan skala damage, hingga opsi menampilkan nama ruangan setiap kali pemain berpindah area. Game ini juga mendukung getar controller dan bisa dimainkan penuh hanya dengan keyboard.

Saat ini Metroid Prime Origins hanya tersedia untuk platform Windows. Namun, Lv.4 Games bukan nama baru di ranah fan game. Mereka sebelumnya menggarap Castlevania ReVamped yang sempat dirilis untuk Windows dan Linux setelah dijadikan open source.

Mengapa Rilis Mendadak dan Kenapa Langsung Dihapus?

Keputusan untuk merilis game secara mendadak adalah strategi yang diperhitungkan matang oleh tim developer. Mereka sadar bahwa proyek semacam ini berisiko tinggi terkena takedown dari Nintendo, yang dikenal agresif menindak proyek fan game. Dengan merilis langsung dalam keadaan final, mereka memastikan pemain bisa mengunduh dan memainkannya sebelum pihak legal bergerak.

Menariknya, Lv.4 Games mengaku belum menerima surat peringatan resmi dari Nintendo. Penghapusan trailer di YouTube disebut karena melanggar Terms of Service platform, bukan karena klaim hak cipta langsung dari Nintendo.

"Saya tidak bisa membicarakannya selama tiga tahun terakhir. Ini adalah kebanggaan besar bisa menjadi bagian dari proyek ini! Semoga sebanyak mungkin orang bisa memainkannya sebelum Nintendo marah."

— Zevroid, sprite artist proyek, di Reddit.

Pengakuan Kualitas dari Pemain dan Kritikus

Meski berstatus ilegal, kualitas Metroid Prime Origins sulit untuk diremehkan. Beberapa jam pertama permainan dinilai sangat halus dan terasa seperti produk resmi yang seharusnya dibuat Nintendo sendiri. Bagi penggemar yang sudah lama menantikan Metroid 2D baru di tengah minimnya rilis resmi dari Nintendo dalam dua dekade terakhir, kehadiran fan game ini menjadi oase tersendiri.

Tim pengembang juga menegaskan bahwa proyek ini tidak menggunakan generative AI sama sekali. Seluruh sprite dan musik diciptakan manual oleh fans, sebuah standar yang patut diacungi jempol di tengah maraknya konten instan berbasis AI.

Belum ada kepastian apakah Nintendo akan mengambil tindakan lebih lanjut. Namun satu hal yang pasti: fan game ini sudah meninggalkan jejak di hati komunitas, dan menjadi pengingat bahwa semangat passion project di ranah modding dan homebrew masih hidup sampai sekarang.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top