Pertamina Rombak Struktur Anak Usaha, Ekonom: Efisiensi Bakal Terasa di Harga Energi

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:59:01 WIB
Pertamina merombak struktur anak usaha untuk mendukung efisiensi operasional di tengah tekanan ekonomi global.

SUMATERA SELATAN — Langkah Pertamina merombak lini bisnisnya datang di tengah tekanan global yang membuat efisiensi menjadi harga mati bagi perusahaan energi. Bramastyo menegaskan bahwa penataan anak usaha ini sejalan dengan kebutuhan mendesak transformasi BUMN untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang semakin kompetitif.

Fokus pada Bisnis Inti, Bukan Ekspansi yang Membengkak

Menurut Bramastyo, streamlining memungkinkan Pertamina untuk memilah mana lini usaha yang strategis dan mana yang kurang produktif. Dengan begitu, perusahaan bisa memusatkan sumber daya pada sektor hulu, kilang, hingga pemasaran yang menjadi tulang punggung pendapatan.

"Program ini dirancang untuk memastikan setiap entitas di bawah holding memiliki peran yang jelas dan tidak tumpang tindih," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi investor bahwa Pertamina serius menjaga kesehatan finansial di tengah beban subsidi dan kompensasi energi yang masih disandang.

Efisiensi yang Menghidupkan Mesin Negara

Penghematan yang dihasilkan dari proses bisnis yang lebih ramping bukan hanya sekadar menambah pundi-pundi kas negara dari dividen. Lebih dari itu, kata Bramastyo, struktur yang efisien membuat Pertamina lebih lincah merespons fluktuasi harga minyak dunia.

Jika biaya operasional bisa ditekan, beban keuangan negara untuk menjaga harga BBM dan LPG tetap terjangkau menjadi lebih ringan. Masyarakat pun akan merasakan dampaknya melalui stabilitas pasokan dan harga energi yang tidak bergejolak.

Apa Langkah Pertamina Selanjutnya?

Restrukturisasi ini diprediksi akan diikuti dengan penggabungan entitas yang memiliki kinerja serupa atau divestasi pada lini usaha yang dinilai non-inti. Keputusan final tentu akan melalui kajian matang agar tidak mengganggu operasional harian di lapangan.

Ke depan, holding migas pelat merah itu diharapkan semakin tangkas memanfaatkan peluang transisi energi, tanpa harus terbebani struktur birokrasi yang gemuk. Keberhasilan program ini akan menjadi barometer bagi BUMN lain dalam merapikan portofolio bisnisnya.

Bagi Pertamina, efisiensi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top