SUMATERA SELATAN — Filosofi pohon rindang menjadi dasar desain logo terbaru Astra. Perusahaan ingin menegaskan posisinya sebagai entitas yang tumbuh dari akar kuat dan memberikan naungan bagi banyak pihak.
"Astra memiliki filosofi untuk senantiasa tumbuh dan berkembang layaknya pohon rindang yang menjadi tempat bernaung dan memberikan manfaat bagi banyak orang," ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto dalam siaran resmi, Sabtu (15/8).
Peluncuran logo ini digelar bersamaan dengan acara Alun-Alun Astra yang menyasar masyarakat umum. Berbagai aktivitas seperti booth interaktif, workshop kreatif, hingga showcase program pemberdayaan desa dihadirkan di lokasi.
Perusahaan juga memanfaatkan momen ini untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui aksi Nurani Astra bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini sekaligus menjadi pembuka dari serangkaian agenda perusahaan menuju puncak ulang tahun ke-70.
Boy menambahkan, tema HUT kali ini mencerminkan komitmen Astra untuk terus menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang berdampak nyata. Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah Desa Sejahtera Astra.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 1.533 desa yang tersebar di 35 provinsi. Dari total dampak sosial yang dirasakan 16 juta masyarakat, sekitar 3 juta di antaranya merupakan penerima manfaat langsung dari program pemberdayaan desa tersebut.
Bagi publik, peluncuran lebih awal ini memberikan gambaran arah strategi keberlanjutan perusahaan dalam dua tahun ke depan. Bagi investor, momen ini menjadi indikator bahwa Astra tengah mempersiapkan diri untuk memperkuat kontribusi bisnis dan sosial secara paralel.
Dengan menekankan aspek kolaborasi dan kontribusi, Astra ingin memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan pemerataan manfaat bagi pemangku kepentingan. Rangkaian kegiatan menuju HUT ke-70 akan terus berlanjut hingga puncak acara pada Februari 2027.