Kebakaran Lahan di Empat Lawang Hanguskan 5 Hektare Kebun Sawit Milik Warga, BPBD Terjunkan Tim Gabungan

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:54:31 WIB
Petugas gabungan BPBD dan pemilik lahan berupaya memadamkan api di perkebunan sawit di Desa Mekar Jaya, Empat Lawang, Sumatera Selatan.

EMPAT LAWANG — Kebakaran lahan kembali terjadi di tengah musim kemarau yang melanda Sumatera Selatan. Kali ini, area perkebunan kelapa sawit seluas kurang lebih 5 hektare di Desa Mekar Jaya (3A), Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, ludes dilalap si jago merah.

Kondisi vegetasi yang sangat kering akibat panas ekstrem dan minimnya curah hujan disebut menjadi pemicu utama api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Api Berhasil Dijinakkan, Kerugian Capai 5 Hektare

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Empat Lawang, Fero Ananta, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung merespons cepat laporan warga. Sebanyak 5 personel Pusdalops PB diterjunkan ke lokasi kejadian untuk bahu-membahu memadamkan api bersama pemilik lahan.

"Begitu laporan masuk, kami langsung menerjunkan sebanyak 5 personel Pusdalops PB ke lokasi kejadian untuk bahu-membahu memadamkan api bersama dengan pemilik lahan," jelas Fero saat dikonfirmasi.

Berkat kerja keras petugas yang berjibaku di tengah teriknya cuaca dan kepulan asap, api akhirnya berhasil dikendalikan. Kebakaran tidak meluas ke area permukiman atau perkebunan warga lainnya.

Musim Kemarau Belum Usai, Warga Diminta Waspada Karhutla

Menyikapi insiden ini, BPBD Empat Lawang mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Musim kemarau yang masih berlangsung menuntut kehati-hatian ekstra dari setiap warga, khususnya para pemilik lahan perkebunan.

Fero Ananta secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu percikan api. Membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan di area kering sangat berisiko memicu kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama instansi terkait kini terus memantau titik-titik rawan karhutla guna mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: relung.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top