SUMATERA SELATAN — Kebakaran yang menghanguskan rumah milik Sahari Hariyanto, Baya, dan Darno ini diduga pertama kali muncul dari kediaman Sahari. Material rumah yang sebagian besar terbuat dari papan membuat api cepat merambat ke bangunan di sebelahnya sebelum warga sempat menyelamatkan barang-barang berharga.
Krismanto, salah seorang warga Desa Petunang, membenarkan kronologi cepatnya api membesar. "Tiga rumah itu posisinya bersebelahan. Kemudian rumah juga dalam kondisi masih papan, sehingga api cepat besar," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (17/8).
Dua Anak Penghuni Rumah Pertama Berhasil Selamat
Saat kejadian, rumah Sahari hanya dihuni oleh dua orang anaknya yang masih duduk di bangku SMA. Keduanya diketahui lebih dulu menyadari munculnya api sebelum bangunan terbakar hebat, sehingga sempat keluar melalui pintu depan dan berteriak meminta tolong.
Teriakan tersebut akhirnya membangunkan Baya dan Darno yang langsung berupaya keluar dari rumah masing-masing. Beruntung, seluruh penghuni ketiga rumah dapat menyelamatkan diri, meskipun orang tua Sahari sedang menginap di rumah kerabatnya di Desa Satan.
Warga Berjuang Padamkan Api Selama 1,5 Jam
Upaya pemadaman sempat dilakukan warga secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api yang terus membesar sulit dikendalikan. Api baru berhasil dipadamkan setelah warga berjuang selama satu setengah jam, memastikan tidak ada titik api yang menjalar ke rumah lain di sekitarnya.
Peristiwa ini menjadi duka tersendiri bagi warga Dusun VI, terlebih ketiga rumah yang terbakar diketahui merupakan tempat tinggal warga yang kurang mampu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai penyebab pasti kebakaran, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.