Gubernur Sumsel Herman Deru Salurkan Bantuan Perikanan ke Nelayan dan Pembudidaya Ikan, Targetkan Angka Kemiskinan Turun Lebih Dalam

Penulis: Nasrul Effendi  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:14:31 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru menyerahkan bantuan sarana produksi perikanan kepada nelayan dan pembudidaya ikan di Palembang, Rabu (26/8).

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memastikan sektor kelautan dan perikanan tetap menjadi prioritas pembangunan ekonomi daerah meski kondisi keuangan provinsi sedang tidak longgar. Hal ini diwujudkan dengan penyerahan bantuan sarana produksi yang dipusatkan di halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, Rabu (26/8) pagi.

Bantuan yang disalurkan untuk Tahun Anggaran 2026 tersebut mencakup cool box, mesin pencetak pakan ikan, serta mesin kapal dan perahu untuk nelayan. Herman Deru menyebut bantuan ini merupakan bentuk perhatian negara kepada para pekerja di sektor kelautan yang kerap terpinggirkan.

Bantuan Sarana Produksi untuk Menekan Biaya Operasional

Herman Deru menjelaskan, pemberian sarana produksi seperti mesin pencetak pellet dan cool box bertujuan agar aktivitas penangkapan dan budidaya ikan berjalan lebih efektif. Para nelayan tidak perlu lagi bergantung pada pakan pabrikan yang harganya fluktuatif.

“Ini semata-mata sebagai perhatian bagaimana pemerintah provinsi, di tengah ketidakmewahan keuangan pada saat ini, masih tetap memberikan dorongan,” ujar Herman Deru dalam sambutannya.

Menurutnya, profesi nelayan adalah profesi mulia yang tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyediakan kebutuhan protein bagi masyarakat luas.

Kontribusi Perikanan dalam Penurunan Kemiskinan dan Stunting

Gubernur mengaitkan penguatan sektor kelautan dengan keberhasilan Sumsel menekan angka kemiskinan hingga level satu digit, yakni 9,50 persen. Ia menegaskan capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan momentum memperkuat sektor produktif lainnya.

“Apakah kita puas di zona nyaman? Pasti tidak. Inilah tugas kita, saya dan Bapak Ibu sekalian, apa pun urusan teknis yang diampu tentu harus punya dorongan terhadap percepatan penurunan kemiskinan dan naiknya kesejahteraan,” tegasnya.

Ia juga menyebut sektor perikanan berperan dalam upaya menekan angka stunting melalui pemenuhan gizi masyarakat. Karena itu, kerja pembangunan harus dilakukan secara terpadu, tidak sektoral, dan melibatkan seluruh kabupaten/kota.

Penghargaan Satyalancana Wira Karya sebagai Bukti Kerja Kolektif

Sumsel sebelumnya menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI atas prestasi di bidang kelautan, perikanan, dan pengembangan mangrove. Herman Deru menekankan penghargaan tersebut bukan hasil kerja satu sektor atau satu daerah saja.

“Ini adalah hasil kerja komprehensif, tidak hanya satu bidang saja. Ini kerja kita semua, tidak hanya satu wilayah saja, tapi seluruh kabupaten/kota, termasuk pesisir pantai,” katanya.

Dengan garis pantai sekitar 570 kilometer serta potensi mineral, gas, dan perkebunan, Herman Deru menilai Sumsel memiliki modal besar untuk mengoptimalkan seluruh kekuatan ekonominya.

Pemerintah Diminta Gunakan Data Statistik, Bukan Asumsi

Di akhir sambutannya, Herman Deru mengingatkan jajarannya agar setiap kebijakan pembangunan didasarkan pada data statistik yang valid, bukan sekadar opini yang beredar di media sosial.

“Pemerintahan ini adalah pemerintahan yang merajut dari semua potensi, semua kekuatan ekonomi agar dapat didistribusikan kepada masyarakat dengan parameter data statistik, bukan parameter karangan yang muncul di layar-layar handphone,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan, sekaligus menjaga ekosistem pesisir yang menopang sektor perikanan Sumsel.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: beritapagi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top