SUMATERA SELATAN — PT ASDP Indonesia Ferry memastikan seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi berhasil dievakuasi setelah kapal feri itu terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (20/10). Kebakaran terjadi saat kapal dalam perjalanan dari Bakauheni menuju Merak, namun penyebab munculnya api belum diketahui. Layanan penyeberangan Merak–Bakauheni dialihkan ke Dermaga Express 2 agar operasional pelabuhan tetap berjalan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan perusahaan menyerahkan proses pemeriksaan penyebab kebakaran kepada pihak berwenang. ASDP, kata Heru, akan menunggu hasil penyelidikan sebelum memberikan keterangan lebih lanjut soal insiden yang menimpa kapal feri tersebut.
"Terkait penyebab kebakaran, ASDP menyampaikan bahwa hal tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang," ujar Heru, dikutip dari Antara, Rabu (21/10).
KMP Batumandi berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pukul 14.32 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, percikan api terdeteksi di bagian buritan, tepatnya pada dek atas yang dipakai untuk kendaraan kecil.
Saat kejadian, kapal berada di sekitar Pulau Merak Besar dan sedang melakukan olah gerak menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak. Petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, kepolisian, dan instansi terkait langsung menangani kebakaran serta membantu evakuasi.
"Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan telah berhasil dievakuasi, sementara proses penanganan insiden masih berlangsung," kata Heru.
ASDP belum menyampaikan berapa jumlah penumpang dan awak kapal yang dievakuasi dalam keterangan resminya. Perusahaan juga belum bisa memastikan penyebab percikan api karena masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Heru menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang dan pengguna jasa yang terdampak kebakaran. "Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas insiden kebakaran yang terjadi pada KMP Batumandi di Merak. Kami juga memohon maaf atas kejadian ini kepada para pengguna jasa serta pihak-pihak yang terdampak," katanya.
Selain menangani insiden, ASDP melakukan penyesuaian operasional penyeberangan Merak–Bakauheni. Layanan dialihkan melalui Dermaga Express 2 untuk menjaga kelancaran operasional pelabuhan.
Pengguna jasa diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terbaru mengenai layanan penyeberangan. Informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui pusat layanan ASDP di nomor 191.
Heru menegaskan perusahaan masih berkoordinasi dengan petugas gabungan dan instansi berwenang hingga penanganan kebakaran selesai. "Kami memastikan setiap langkah penanganan insiden dilakukan secara cermat, terukur, dan sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.
Insiden di KMP Batumandi menambah daftar kejadian kebakaran kapal feri di lintasan tersibuk Indonesia itu dalam beberapa tahun terakhir. Lintasan Merak–Bakauheni menjadi urat nadi logistik dan mobilitas penumpang antara Jawa dan Sumatera, sehingga gangguan operasional di satu dermaga berpotensi memperlambat antrean kendaraan di kedua pelabuhan.