Danau Toba dan Manado-Likupang Pimpin Lonjakan Kunjungan Wisatawan 2026

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:05:01 WIB
Wisatawan menikmati panorama Danau Toba, Sumatera Utara, yang mencatat lonjakan kunjungan wisatawan nusantara 106,68 persen pada 2025–2026.

SUMATERA SELATAN — Danau Toba di Sumatera Utara mencatat lonjakan kunjungan wisatawan nusantara hingga 106,68 persen sepanjang 2025–2026, tertinggi di antara destinasi prioritas nasional. Kawasan Manado-Likupang di Sulawesi Utara menyusul dengan pertumbuhan wisman 60,42 persen pada triwulan I 2026. Data ini menandakan pergerakan wisatawan mulai menyebar ke luar Bali dan kota-kota besar.

Kunjungan ke Manado-Likupang naik 60,42 persen, sementara Danau Toba tumbuh 33,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Angka ini menjadi sinyal bahwa wisatawan mancanegara tak lagi terpusat di kota-kota besar.

Danau Toba Pimpin Lonjakan Wisatawan Nusantara

Untuk pasar domestik, Danau Toba memimpin dengan lonjakan 106,68 persen antara 2025 hingga 2026. Posisi kedua ditempati Lombok-Gili Tramena, Nusa Tenggara Barat, yang tumbuh 75,45 persen.

Kenaikan tajam di Danau Toba sejalan dengan promosi kawasan super prioritas dan pembenahan akses menuju kawasan sekitar kaldera. Wisatawan yang datang kini tak hanya mampir singkat, tetapi menginap beberapa malam di desa-desa sekitar danau.

Bali Tetap Jadi Andalan dengan Proyeksi 7 Juta Wisman

Bali masih menjadi penopang utama pariwisata nasional. Gubernur Bali Wayan Koster memproyeksikan kunjungan wisman ke Pulau Dewata melampaui 7 juta sepanjang 2026.

"Kalau saya proyeksikan sampai akhir tahun 2026, kira-kira akan melampaui angka 7 juta," kata Koster dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) XV Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali di Jimbaran, seperti dikutip Antara, Jumat (23/10/2026).

Hingga 30 September 2026, kunjungan wisman ke Bali tercatat sekitar 5,5 juta. Angka ini menunjukkan tren pemulihan setelah awal tahun sempat melambat akibat sejumlah situasi yang mengganggu aktivitas pariwisata.

Mengapa Kunjungan Awal Tahun Sempat Melambat

Koster menjelaskan pergerakan wisatawan terganggu pada awal tahun. Namun data kunjungan bulanan menunjukkan pemulihan bertahap, dengan tren kumulatif yang terus menanjak.

Pemerintah mengajak pelaku usaha dan masyarakat merawat sektor pariwisata agar tetap berkualitas, berdaya saing, dan memberi manfaat ekonomi luas. Bagi traveler, penyebaran kunjungan ini berarti lebih banyak pilihan destinasi dengan keramaian yang lebih terkendali.

Tips Traveler Menyikapi Tren Baru Ini

Bagi yang merencanakan liburan keluarga, Danau Toba dan Lombok-Gili Tramena layak masuk daftar pertimbangan tahun ini. Keduanya mencatat kenaikan kunjungan tertinggi, yang biasanya dibarengi perbaikan fasilitas dan akses.

Pesan penginapan lebih awal, terutama untuk akhir pekan dan libur sekolah, karena lonjakan kunjungan berpotensi membuat okupansi cepat penuh. Untuk informasi tarif dan jadwal transportasi terkini, konfirmasi langsung ke dinas pariwisata setempat atau penyedia jasa perjalanan.

Durasi ideal untuk menjelajah Danau Toba adalah tiga sampai empat hari, cukup untuk menyusuri desa-desa tepi danau dan menikmati kuliner lokal. Sementara Manado-Likupang cocok untuk perjalanan empat hari yang menggabungkan wisata bahari dan kuliner seafood.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top