PRABUMULIH — Petani bernama Soleh menemukan anakan lutung kelabu jantan di pinggir jalan dekat kebunnya. Temuan itu bermula saat Soleh membawa satwa tersebut pulang untuk perawatan sementara.
Setelah mencari informasi melalui internet, Soleh mengetahui lutung kelabu termasuk satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Petani itu lantas melaporkan temuan ke BKSDA Sumatera Selatan.
Kepala BKSDA Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto mengatakan anakan lutung kelabu itu sudah menjalani rehabilitasi di Punti Kayu Palembang. Hasil observasi awal menunjukkan kondisi fisik satwa cukup sehat.
Namun, anakan tersebut menunjukkan tanda-tanda stres, hanya sedikit menyusu, dan terpantau kurang aktif. "Kondisinya cukup sehat, hanya sedikit stres, menyusu sedikit dan terpantau kurang aktif," ujar Daniwari melalui keterangan resmi, Minggu (25/10/2026).
Kondisi itu membuat anakan lutung masih membutuhkan pemantauan dan penanganan lanjutan selama proses rehabilitasi berlangsung.
BKSDA Sumsel menyebut belum tersedia data pasti mengenai jumlah populasi lutung kelabu di Sumatera Selatan. Populasinya diperkirakan mengalami penurunan sehingga upaya perlindungan dan pelestarian habitat menjadi perhatian penting.
Sejumlah wilayah di provinsi ini diketahui menjadi habitat lutung kelabu, antara lain Kabupaten Lahat, Ogan Ilir, Muara Enim, serta kawasan pinggiran Kota Palembang. Ketiadaan data membuat pemetaan populasi dan habitat bergantung pada laporan warga.
Sejak 2024, BKSDA Sumsel mencatat telah dua kali menerima penyerahan anakan lutung kelabu dari masyarakat. Temuan di Prabumulih menjadi yang terbaru.
Daniwari mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang dilindungi, terutama jika terlihat terluka, terpisah dari kelompoknya, atau membutuhkan pertolongan. Penanganan oleh petugas diperlukan agar satwa memperoleh perawatan sesuai dan peluang bertahan hidupnya tetap terjaga.
Setelah menjalani rehabilitasi dan dinilai memenuhi persyaratan kembali ke alam, anakan lutung kelabu tersebut diupayakan dilepasliarkan ke habitat yang sesuai. "Kami upayakan rehabilitasi dan nantinya dilepasliarkan ke habitatnya," pungkas Daniwari.