BANYUASIN — Kedatangan Eva Susanti bersama Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin puting beliung. Dalam kunjungan itu, keduanya menemui langsung warga Desa Talang Karya yang terdampak.
Eva menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami masyarakat. Ia berharap warga tetap tabah, saling menguatkan, dan menjadikan semangat gotong royong sebagai kekuatan untuk melewati masa pemulihan.
"Musibah ini tentu bukan hal yang mudah bagi masyarakat yang terdampak. Saya berharap warga tetap tabah dan kuat menghadapi cobaan ini. Jangan kehilangan semangat, karena dengan kebersamaan dan saling membantu, kita bisa melewati masa sulit ini. Semoga kondisi segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman," ujar Eva Susanti.
Ia juga mengajak masyarakat mengutamakan keselamatan, terutama bagi warga yang rumahnya rusak akibat terjangan angin. Kondisi bangunan yang terdampak perlu diperiksa agar tidak menimbulkan risiko lanjutan bagi penghuni.
Data awal yang disampaikan dalam kunjungan mencatat hujan deras disertai angin puting beliung menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Talang Karya mengalami kerusakan dengan tingkat dampak cukup berat. Empat warga yang rumahnya tercatat rusak yakni Wari, warga RT 4 Dusun I; Mapiare, warga RT 20 Dusun I; Kariharjo, warga RT 3 Dusun I; serta Linda, warga RT 6 Dusun I.
Selain kerusakan rumah, dua warga, yakni Mapiare dan Maimunah, dilaporkan mengalami luka lecet akibat tertimpa runtuhan atap. Keduanya telah mendapatkan penanganan dari puskesmas.
Eva Susanti mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam menindaklanjuti bencana puting beliung di Desa Talang Karya. Rumah-rumah yang terdampak telah diajukan untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi melalui dinas terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Baznas Kabupaten Banyuasin.
"Saya mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam merespons musibah ini. Penanganan terhadap warga yang terluka dan pendataan rumah yang mengalami kerusakan menjadi langkah penting. Harapan kita, tindak lanjut bantuan dan perbaikan rumah dapat berjalan sesuai kebutuhan warga sehingga mereka bisa segera bangkit," ungkapnya.
Eva menilai penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Proses pemulihan juga membutuhkan koordinasi yang baik agar masyarakat terdampak memperoleh pendampingan sesuai kondisi dan tingkat kerusakan yang dialami.
Eva Susanti mendorong penguatan koordinasi antara BPBD, BMKG, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya mengurangi risiko bencana serupa. Menurutnya, informasi cuaca dan peringatan dini perlu disampaikan secara efektif kepada masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kejadian angin puting beliung berulang.
"Ke depan, koordinasi antara BPBD, BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Informasi cuaca serta peringatan dini harus dapat diterima warga dengan cepat dan mudah dipahami. Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, masyarakat dapat melakukan langkah perlindungan diri sebelum kondisi membahayakan," katanya.
Dorongan tersebut menjadi perhatian karena wilayah itu disebut mengalami kejadian puting beliung hampir setiap tahun. Langkah pencegahan dan kesiapsiagaan perlu diperkuat agar risiko terhadap keselamatan warga dan kerusakan rumah dapat dikurangi.
BMKG berperan menyediakan dan menyebarluaskan peringatan dini cuaca ekstrem, termasuk potensi angin kencang dan puting beliung. Sementara BPBD dan pemerintah daerah berperan dalam koordinasi kesiapsiagaan, penyampaian informasi kepada masyarakat, serta langkah penanganan bencana di wilayahnya.
Eva berharap upaya mitigasi juga dilakukan melalui edukasi kebencanaan, penyebarluasan informasi cuaca, pemetaan wilayah rawan, serta penyusunan langkah evakuasi yang sesuai dengan kondisi setempat. Kunjungan tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dalam menghadapi dampak bencana.