Harga Emas Pegadaian di Palembang Kompak Naik, Antam 1 Gram Tembus Rp2,589 Juta

Penulis: Nasrul Effendi  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:31:01 WIB
Harga emas di Pegadaian Palembang tercatat naik pada tiga merek, dengan Antam 1 gram menembus Rp2.589.000.

PALEMBANG — Pegadaian mencatat kenaikan harga jual emas pada tiga merek yang dijual di gerai, yakni Galeri24, UBS, dan Antam. Untuk ukuran 1 gram, emas Antam berada di posisi tertinggi dengan harga Rp2.589.000, disusul UBS Rp2.501.000 dan Galeri24 Rp2.478.000.

Kenaikan terjadi merata di semua ukuran yang dipantau. Pada pecahan 0,5 gram, emas UBS dijual Rp1.352.000, Antam Rp1.345.000, dan Galeri24 Rp1.300.000.

Rincian Harga Emas 0,5 Gram dan 1 Gram

Perbandingan antar merek menunjukkan selisih harga yang cukup tipis di segmen kecil. Pembeli yang mencari pecahan 0,5 gram punya tiga pilihan dengan rentang harga Rp1.300.000 hingga Rp1.352.000.

  • Galeri24 0,5 gram: Rp1.300.000
  • Galeri24 1 gram: Rp2.478.000
  • Antam 0,5 gram: Rp1.345.000
  • Antam 1 gram: Rp2.589.000
  • UBS 0,5 gram: Rp1.352.000
  • UBS 1 gram: Rp2.501.000

Ukuran Besar Ikut Dipantau, dari 5 Gram hingga 100 Gram

Pegadaian juga memantau harga emas untuk ukuran besar, mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, hingga 100 gram. Pecahan besar ini biasanya jadi pilihan investor yang ingin menempatkan dana lebih besar dalam logam mulia.

Harga emas batangan di Pegadaian diperbarui mengikuti pergerakan pasar harian. Pembeli yang ingin bertransaksi disarankan mengecek harga terkini di gerai atau kanal resmi Pegadaian sebelum memutuskan.

Mengapa Harga Ketiga Merek Bergerak Searah

Galeri24, UBS, dan Antam sama-sama mencatat kenaikan dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Pergerakan seragam ini menunjukkan harga jual di Pegadaian mengikuti tren pasar logam mulia yang berlaku.

Bagi warga Palembang yang berencana membeli emas untuk simpanan, selisih harga antar merek bisa jadi pertimbangan. Antam unggul dari sisi harga jual, sementara Galeri24 menawarkan harga masuk lebih rendah di kedua ukuran yang dipantau.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top