BANYUASIN — Rehabilitasi kawasan pesisir di Hutan Desa Sungsang IV dijalankan melalui Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD) yang menjadi pengelola kawasan hutan desa tersebut. Monitoring dan evaluasi pertumbuhan mangrove melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan, pengelola hutan desa, hingga pemerintah desa.
Kegiatan evaluasi bertujuan memantau perkembangan tanaman, mengidentifikasi kebutuhan pemeliharaan, serta menentukan langkah tindak lanjut. Bagi Medco E&P, keberhasilan program tidak diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari tingkat kelangsungan hidup tanaman dan konsistensi perawatannya.
Keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program. Masyarakat tidak hanya dilibatkan dalam proses penanaman, tetapi juga didorong merawat dan menjaga mangrove agar memberi manfaat ekologis jangka panjang.
Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian kawasan Hutan Lindung Air Telang. Kawasan ini berperan sebagai benteng alami pesisir Banyuasin dari abrasi dan intrusi air laut.
Kepala Desa Sungsang IV Romi Adi Candra menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan Medco E&P Grissik Ltd. Menurutnya, mangrove berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus melindungi kawasan pesisir.
"Kami dari Pemerintah Desa Sungsang IV mendukung penuh kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan oleh Medco E&P Grissik Ltd. di kawasan Hutan Lindung Air Telang. Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki peran besar dalam melindungi kawasan pesisir," jelas Romi.
Romi berharap program tersebut berlanjut dan memberi manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. Ia juga mengajak warga merawat mangrove yang telah ditanam agar tumbuh optimal.
"Semoga sinergi antara Medco E&P Grissik Ltd., LPHD, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Sungsang IV," tambahnya.
Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Grissik Ltd Arief Winanto Prakosa menyebut penanaman 22.000 pohon mangrove sejak 2024 dilaksanakan melalui Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat bidang lingkungan. Program itu berada di luar kewajiban Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).
"Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan program keberlanjutan melalui upaya rehabilitasi ekosistem pesisir, peningkatan fungsi perlindungan pantai, penguatan keanekaragaman hayati, serta kontribusi terhadap penyerapan karbon dan ketahanan lingkungan jangka panjang serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," jelas Arief.
Rehabilitasi mangrove di Banyuasin diharapkan tidak hanya memperkuat perlindungan ekosistem pesisir, tetapi juga memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan desa.
Program rehabilitasi mangrove turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim, tujuan ke-14 mengenai ekosistem laut, serta tujuan ke-15 tentang ekosistem daratan. Keterlibatan perusahaan, lembaga pengelola hutan desa, pemerintah desa, dan masyarakat juga sejalan dengan SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.