Pencarian

Ancaman AI ke Dunia Kerja Nyata, Bill Gates Sebut Kebutuhan Tenaga Manusia Akan Berkurang

Minggu, 18 Januari 2026 • 15:25:04 WIB
Ancaman AI ke Dunia Kerja Nyata, Bill Gates Sebut Kebutuhan Tenaga Manusia Akan Berkurang
Bill Gates menyoroti dampak AI terhadap pengurangan kebutuhan tenaga kerja manusia.

Jakarta - Bill Gates menyebut kecerdasan buatan (AI) akan menjadi teknologi yang paling besar mengubah tatanan masyarakat, bahkan melampaui inovasi-inovasi sebelumnya. Dampaknya terhadap dunia kerja, menurut dia, sudah mulai terasa sejak sekarang.

Dalam surat tahunan The Year Ahead yang dipublikasikan melalui GatesNotes, pendiri Microsoft itu menyampaikan pandangannya dengan nada “optimisme yang disertai catatan”. Salah satu catatan terpenting adalah AI dan dampaknya terhadap lapangan kerja.

Gates menilai kemampuan AI akan memungkinkan manusia memproduksi lebih banyak barang dan jasa dengan tenaga kerja yang lebih sedikit. Ia mengungkapkan bahwa perubahan di pasar kerja sudah mulai terjadi dan diperkirakan akan semakin besar dalam lima tahun ke depan.

Menurutnya, sektor pengembangan perangkat lunak menjadi contoh paling nyata. Berbagai alat berbasis AI telah meningkatkan produktivitas para pekerja hingga berlipat ganda, sekaligus memangkas biaya pembuatan kode. Sementara itu, otomatisasi di gudang dan layanan pelanggan memang masih tertinggal, namun Gates memperkirakan sektor-sektor tersebut juga akan segera terdampak seiring kemajuan AI.

Pernyataan Gates yang paling menyita perhatian adalah kemungkinan berkurangnya jam kerja di masa depan. Ia menyebut, jika AI benar-benar mencapai potensi penuhnya, masyarakat bisa saja mengurangi jumlah hari kerja dalam sepekan, atau bahkan memilih untuk tidak menggunakan AI di beberapa bidang tertentu.

Gagasan pemangkasan jam kerja sebenarnya bukan hal baru, namun pernyataan Gates menunjukkan bahwa perubahan tersebut bukan lagi wacana jangka panjang, melainkan peluang nyata dalam waktu relatif dekat. Ia menilai pasar tenaga kerja tradisional bisa kesulitan mengejar laju perkembangan AI.

Meski demikian, Gates tidak secara eksplisit mendorong skema pendapatan dasar universal atau satu model kebijakan tertentu. Ia menilai setiap negara dan kekuatan politik kemungkinan akan memiliki pendekatan berbeda dalam menghadapi tantangan ini. Yang terpenting, menurutnya, adalah bersiap sejak sekarang, termasuk merancang kebijakan yang mampu mendistribusikan manfaat ekonomi secara lebih merata.

Di sisi lain, Gates juga mengingatkan risiko besar dari perkembangan AI. Ia menilai ancaman paling serius dalam waktu dekat bukan hanya hilangnya pekerjaan, melainkan potensi penyalahgunaan AI, termasuk dalam bidang bioterorisme. Karena itu, ia menekankan pentingnya tata kelola global yang lebih ketat terhadap pengembangan AI.

Meski penuh tantangan, Gates tetap optimistis. Ia melihat AI berpotensi membawa terobosan besar di bidang pendidikan personal, layanan kesehatan, dan pertanian, yang pada akhirnya dapat mengurangi kesenjangan sosial—jika dimanfaatkan dengan tepat.

“Dari semua ciptaan manusia, AI akan menjadi teknologi yang paling mengubah masyarakat,” tulis Gates. Menurutnya, AI mampu membantu menyelesaikan banyak persoalan besar dunia, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

Bagikan
Sumber: Benzinga

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks