Pencarian

Revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak Palembang Gandeng Ahli Cagar Budaya Semarang, Target Buka Ruang Wisata Sejarah

Selasa, 28 Juli 2026 • 07:43:15 WIB
Revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak Palembang Gandeng Ahli Cagar Budaya Semarang, Target Buka Ruang Wisata Sejarah
Pemerintah Kota Palembang menggandeng Tim Ahli Cagar Budaya Semarang untuk mengawal revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak.

PALEMBANG — Revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak (BKB) memasuki tahap finalisasi perencanaan setelah Pemerintah Kota Palembang menggelar rapat koordinasi pada Senin (27/7). Proyek ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKS-T) antara Kodam II/Sriwijaya dan Dinas Pariwisata yang telah disepakati sebelumnya oleh Wali Kota Palembang dan Pangdam II/Sriwijaya.

Mengapa Ahli Cagar Budaya dari Semarang Dilibatkan?

BKB merupakan bangunan cagar budaya nasional yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi salah satu warisan penting Kota Palembang. Karena statusnya tersebut, Pemkot Palembang sengaja menggandeng tim ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) serta Tim Ahli Cagar Budaya, Dr Kriswandono asal Semarang, untuk mengawal proses revitalisasi.

"Seluruh pekerjaan harus tetap sesuai kaidah pelestarian dan tidak merusak ataupun mengubah keaslian bangunan," demikian pernyataan dari pihak Pemkot Palembang dalam rilis yang diterima redaksi.

Target Revitalisasi: Dari Benteng Militer ke Ruang Publik Edukatif

Tujuan utama kerja sama teknis ini adalah menata dan membuka area bagian dalam Bastion agar dapat diakses masyarakat sebagai ruang wisata sejarah yang edukatif dan menarik. Selama ini, area dalam bastion belum sepenuhnya terbuka untuk publik.

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan sebelumnya telah menyelesaikan dokumen Detail Engineering Design (DED) yang akan menjadi acuan teknis dalam proses penataan kawasan. Dokumen ini memastikan seluruh tahapan pengerjaan memiliki panduan yang jelas.

Prinsip Kehati-hatian Jadi Prioritas Utama

Seluruh proses revitalisasi harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian mengingat BKB merupakan bangunan cagar budaya. Sinergi antara Kodam II/Sriwijaya, Pemerintah Kota Palembang, dan para ahli pelestarian budaya diharapkan mampu menghadirkan wajah baru kawasan bersejarah tersebut tanpa menghilangkan nilai autentiknya.

Ke depan, BKB tidak hanya menjadi simbol kebanggaan masyarakat Palembang, tetapi juga destinasi wisata sejarah unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan dan menggerakkan sektor ekonomi daerah. Proyek ini menjadi salah satu prioritas Pemkot Palembang dalam mengelola aset sejarah dan budaya kota.

Bagikan
Sumber: sibersumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks