Pencarian

Palembang Punya 2.424 Rumah Ibadah di Tengah Keragaman, Pemkot Perkuat Kerukunan Lewat Dialog Lintas Agama

Minggu, 26 Juli 2026 • 13:20:01 WIB
Palembang Punya 2.424 Rumah Ibadah di Tengah Keragaman, Pemkot Perkuat Kerukunan Lewat Dialog Lintas Agama

PALEMBANG — Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang 2024 mencatat populasi mencapai 1.896.277 jiwa. Sebanyak 98,36 persen di antaranya beragama Islam, sisanya Buddha, Protestan, Katolik, Hindu, dan aliran kepercayaan. Keberagaman itu terwujud dalam 2.424 rumah ibadah—mulai masjid, gereja, vihara, hingga pura—yang menjadi bagian dari keseharian warga.

Keragaman Palembang: Bukan Sekadar Angka

Angka itu menunjukkan bahwa perbedaan bukan hal asing di ibu kota Sumatera Selatan. Justru, menurut Pemkot Palembang, keberagaman menjadi modal sosial untuk pembangunan inklusif. “Perbedaan latar belakang agama, budaya, suku, dan tradisi merupakan kekuatan yang harus terus dijaga,” ujar Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak, dalam forum dialog lintas agama.

Forum tersebut membahas aktualisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006. Regulasi ini menjadi pedoman utama dalam komunikasi dan penyelesaian persoalan terkait kehidupan keagamaan, termasuk pendirian rumah ibadah.

Musyawarah Jadi Kunci Pendirian Rumah Ibadah

Pemkot Palembang menegaskan bahwa proses pendirian rumah ibadah harus mengedepankan prinsip keadilan, kepastian hukum, penghormatan terhadap kebebasan beribadah, serta menjaga ketenteraman lingkungan sekitar. “Musyawarah dan pendekatan persuasif menjadi cara utama menyelesaikan persoalan yang mungkin muncul,” kata Ahmad Bastari.

Melalui forum dialog, pemerintah berharap seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama. Rumah ibadah bukan hanya tempat ritual, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

FKUB dan Tokoh Agama: Garda Depan Kerukunan

Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama para pemuka agama dinilai vital. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kerukunan bisa dibangun melalui komunikasi, saling menghormati, dan rasa kebersamaan. Pemkot Palembang memberikan apresiasi kepada FKUB, Kantor Kementerian Agama Kota Palembang, serta seluruh pemuka agama yang aktif menjaga stabilitas dan keharmonisan.

“Para tokoh agama diharapkan terus menjadi teladan dalam menyampaikan pesan moderasi beragama, toleransi, dan memperkuat nilai persaudaraan,” lanjut Ahmad Bastari. Pembangunan daerah, menurut Pemkot, tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menciptakan masyarakat yang mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.

Dengan sinergi seluruh pihak, Palembang optimistis bisa terus berkembang sebagai kota yang aman, damai, toleran, dan sejahtera tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Bagikan
Sumber: viralsumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks