SUMATERA SELATAN — Persaingan ketat mewarnai seleksi Penjaga Jalan Lintasan (PJL) yang digelar KAI Properti sepanjang tahun ini. Dari ribuan pendaftar yang membanjiri kanal rekrutmen, hanya sekitar 4,8 persen yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi.
Rangkaian tes yang harus dihadapi pelamar cukup panjang, mulai dari seleksi administrasi, tes psikologi, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan. Proses berlapis ini dirancang untuk menyaring kandidat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.
Jalani OJT Sebelum Resmi Bertugas
Para peserta yang dinyatakan lolos belum langsung bertugas di lapangan. Mereka diwajibkan mengikuti On the Job Training (OJT) terlebih dahulu untuk mendapatkan pembekalan dan pengalaman kerja langsung di titik-titik perlintasan.
Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Agus Junaedi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi hingga tuntas. Ia juga menyampaikan selamat kepada 632 peserta yang berhasil lolos.
"Dengan selesainya seluruh rangkaian rekrutmen ini, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi. Kami juga mengucapkan selamat kepada 632 peserta yang dinyatakan lolos. Selanjutnya, kami berharap para peserta yang terpilih sebagai PJL dapat menjalankan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan memberikan kontribusi terbaik di wilayah masing-masing," ujar Agus dalam keterangan resminya, Kamis (13/8/2026).
Peran Krusial PJL di Perlintasan Kereta
Keberadaan Penjaga Jalan Lintasan memiliki peran vital dalam mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang. Tugas utama mereka adalah memastikan kendaraan dan pejalan kaki berhenti saat kereta akan melintas, terutama di titik-titik yang tidak memiliki palang pintu otomatis.
Dengan bertambahnya jumlah PJL yang siap bertugas, diharapkan tingkat keselamatan di perlintasan kereta api semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan upaya KAI Group dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di perlintasan yang kerap menelan korban jiwa.
Setelah menyelesaikan OJT dan sertifikasi, para PJL akan ditempatkan di berbagai wilayah sesuai dengan kebutuhan operasional. Mereka diharapkan mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan memberikan kontribusi terbaik di pos penjagaan masing-masing.
Rekrutmen besar-besaran ini juga menjadi sinyal positif bagi masyarakat yang mencari pekerjaan, mengingat KAI Properti membuka kesempatan luas bagi putra-putri daerah untuk berkarier di lingkungan BUMN.