MUARA ENIM — Lahan perkebunan kelapa sawit seluas 4 hektare di Desa Muara Harapan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, hangus dilalap api. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (12/8) sekitar pukul 14.08 WIB, dan petugas gabungan berhasil menjinakkan si jago merah pada malam harinya.
Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, memastikan karhutla tersebut telah padam total. "Karhutla di Desa Muara Harapan sudah padam sejak tadi malam," katanya saat dihubungi dari Palembang, Kamis.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti terbakarnya lahan yang merupakan milik warga tersebut masih belum diketahui. Api baru berhasil dilokalisir setelah puluhan personel dikerahkan ke lokasi kejadian.
Petugas gabungan yang bertugas dalam pemadaman berasal dari BPBD Posko Induk, Dinas Damkar, TNI, Polri, serta dibantu oleh masyarakat sekitar. Mereka berjibaku menjinakkan api hingga larut malam.
Dua Mobil Damkar dan Puluhan Rol Selang Dikerahkan
Untuk menjinakkan api yang membakar lahan perkebunan sawit tersebut, tim gabungan menerjunkan sejumlah peralatan penanggulangan karhutla. Dua unit mobil pemadam kebakaran, dua unit mesin nozel, dan lima rol selang machino dikerahkan ke titik lokasi kebakaran.
Dengan peralatan tersebut, petugas berhasil mencegah api merambat ke area perkebunan warga lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian.
BPBD Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Menyusul kejadian ini, Abdurrozieq kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Metode tersebut dinilai sangat berisiko memicu karhutla yang lebih luas, terutama di musim kemarau.
"Masyarakat juga kami minta untuk tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat, terutama di lahan kering yang mudah terbakar," tegas dia.
Imbauan ini menjadi perhatian serius mengingat Kabupaten Muara Enim memiliki luas area perkebunan kelapa sawit yang signifikan. Cuaca panas dan lahan kering pada musim kemarau membuat wilayah tersebut rawan terhadap titik api.