JAKARTA — Kepala Lapas Kelas I Cipinang Syarpani menyebut keterlibatan warga binaan terorisme dalam upacara pengibaran bendera merupakan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Peran sebagai Paskibra ini menjadi ruang untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di lingkungan lapas.
Tiga Warga Binaan dengan Tahapan Pembinaan Berbeda
MH, EF, dan AM menjalani proses pembinaan yang tidak sama. AM telah mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sementara EF dan MH masih menuju proses ikrar tersebut.
Meski belum seluruhnya mengucapkan ikrar, ketiganya tetap dilibatkan dalam pengibaran Merah Putih bersama warga binaan lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk mengukur kesungguhan perubahan sikap para narapidana terorisme.
Ikrar NKRI Bukan Sekadar Pernyataan Formal
"Perubahan warga binaan tindak pidana terorisme tidak cukup berhenti pada pernyataan formal, tetapi harus tumbuh menjadi kesadaran yang tercermin dalam sikap dan tindakan," kata Syarpani di Jakarta, Senin (17/8).
Menurut dia, kembali kepada NKRI adalah sebuah proses panjang. Nilai kebangsaan harus diwujudkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta kemauan memberikan manfaat kepada orang lain.
"Kembali kepada NKRI bukan sekadar pernyataan, tetapi sebuah proses. Ketika nilai kebangsaan tumbuh dan diwujudkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta kemauan memberikan manfaat kepada orang lain, di situlah pembinaan menemukan maknanya," jelas Syarpani.
Pembinaan Melalui Penguatan Kebangsaan dan Sosial
Syarpani menegaskan pembinaan warga binaan tindak pidana terorisme membutuhkan proses berkelanjutan melalui penguatan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, dan sosial. Keempat aspek tersebut berjalan simultan untuk mengubah cara pandang narapidana.
"Perubahan tidak hanya dilihat dari ikrar yang diucapkan, tetapi juga dari kesediaan menjalani proses dan mengambil peran positif dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Pelibatan warga binaan terorisme dalam kegiatan kenegaraan seperti Paskibra menjadi salah satu indikator bahwa program deradikalisasi di Lapas Cipinang berjalan sesuai target. Pihak lapas terus memantau perkembangan sikap dan perilaku para warga binaan selama menjalani masa pidana.