SUMATERA SELATAN — Perayaan ulang tahun Jawa Barat tahun ini tidak hanya berlangsung di gedung pemerintahan, tetapi juga di atas rel kereta cepat. KCIC menggandeng Pemprov Jabar untuk menyuguhkan atraksi budaya di Stasiun Padalarang dan di dalam gerbong Whoosh selama perjalanan. Penumpang yang tengah menikmati perjalanan disuguhi Tari Topeng Cirebon, alunan Kecapi Suling, hingga Tari Merak yang dimainkan langsung di lorong gerbong. Apresiasi untuk Penumpang di Atas Rel
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremonial. Bagi KCIC, ini adalah bentuk apresiasi kepada para penumpang setia sekaligus cara baru memperkenalkan kekayaan budaya Sunda ke khalayak yang lebih luas. Suasana kereta yang biasanya hening berubah menjadi panggung pertunjukan dadakan, memberikan hiburan tersendiri bagi penumpang yang tengah menempuh perjalanan Jakarta-Bandung.
Momen ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang kerap menggunakan layanan Whoosh. Mereka tidak hanya menikmati kecepatan kereta yang menembus 350 km per jam, tetapi juga mendapat suguhan atraksi budaya Nusantara tanpa harus turun dari kursi. Perpaduan ini menjadi nilai jual baru yang jarang ditemukan di moda transportasi lain di Indonesia. Budaya Sunda Jadi Daya Tarik Transportasi Publik
Langkah KCIC ini sejalan dengan tren pariwisata yang mengedepankan pengalaman otentik. Dengan menghadirkan seni tradisional di ruang publik seperti kereta api, budaya Jawa Barat tidak lagi hanya dinikmati di panggung-panggung festival. Kehadiran seniman di dalam gerbong membuat perjalanan singkat terasa lebih hidup dan berkesan.
Pemilihan Tari Topeng Cirebon dan Kecapi Suling pun bukan tanpa alasan. Kedua kesenian ini merupakan ikon budaya Jawa Barat yang sarat makna filosofis. Melalui kolaborasi ini, KCIC berharap penumpang tidak hanya sampai di tujuan dengan selamat, tetapi juga membawa pulang kesan mendalam tentang keramahan dan keindahan budaya Jawa Barat.
Perayaan HUT ke-81 ini menjadi penanda bahwa transportasi modern dan tradisi lokal dapat berjalan beriringan. Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin, tidak hanya saat hari jadi provinsi, tetapi juga pada momen-momen besar lainnya untuk terus menghidupkan seni di ruang publik.