PALEMBANG — Perhelatan politik internal Partai Golkar Sumatera Selatan memasuki tahap penentuan. Setelah Andie Dinialdie resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD periode lima tahun ke depan melalui Musyawarah Daerah (Musda), fokus kini beralih pada komposisi pengurus inti, terutama posisi sekretaris yang dinilai krusial.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari anggota tim formatur, pembahasan susunan pengurus baru sudah hampir tuntas. Namun, sejumlah posisi kunci masih dimatangkan sebelum diumumkan secara resmi.
"Susunan kepengurusan sudah hampir selesai. Tinggal beberapa posisi yang masih dibahas dan dimatangkan, termasuk posisi sekretaris," ujar salah seorang anggota tim formatur yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (22/08/2026).
Lima Nama yang Masuk Radar Tim Formatur
Sejumlah kader senior mulai disebut-sebut sebagai kandidat kuat Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel. Mereka adalah Hj Lury Elza Alex Noerdin, Firdaus Tjik Olah, Nadia Basyir, Kemas Umar Jayanegara, dan Endang PU Ishak.
Meski daftar tersebut menguat, sumber yang sama menegaskan bahwa peluang perubahan masih terbuka lebar. Keputusan final tetap berada di tangan ketua terpilih.
"Masih sangat dinamis. Tentunya Ketua Andie Dinialdie juga akan memiliki pertimbangan dan rekomendasi mengenai siapa yang dianggap paling tepat menjadi pendampingnya," katanya.
Kriteria Figur Sekretaris: Bukan Sekadar Administrasi
Posisi sekretaris dalam struktur partai tidak hanya dituntut cakap mengurus administrasi organisasi. Figur yang terpilih nanti harus mampu menjalankan fungsi konsolidasi internal dan membangun komunikasi politik yang efektif antar kader.
Terlebih, kepengurusan partai berlambang beringin itu langsung dihadapkan pada target besar. Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat membuka Musda lalu menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029, baik di tingkat DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota.
Modal Politik dan Target Konsolidasi
Golkar Sumsel tercatat memiliki modal politik yang tidak kecil. Pada Pileg 2024, partai tersebut berhasil menempatkan 12 kadernya di lembaga legislatif. Capaian ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus baru untuk mempertahankan sekaligus menambah kursi.
Untuk mencapai target itu, Bahlil meminta kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi total hingga tingkat desa dan kelurahan. Mesin partai harus diperkuat demi menghadapi agenda politik jangka panjang.
Langkah mempertahankan sejumlah pengurus lama dalam struktur baru dinilai sebagai upaya menjaga kesinambungan organisasi. Hal ini juga dianggap penting untuk memelihara soliditas internal partai di tengah dinamika politik menuju 2029.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi terkait siapa yang akan menduduki kursi Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel.