Pencarian

20 Tim Terhebat Liga Champions: Barcelona 2009-2011 Puncak, Porto 2004 Kisah Underdog

Minggu, 27 September 2026 • 16:35:01 WIB
20 Tim Terhebat Liga Champions: Barcelona 2009-2011 Puncak, Porto 2004 Kisah Underdog
Barcelona asuhan Pep Guardiola dinobatkan sebagai tim terhebat Liga Champions era modern versi FourFourTwo.

SUMATERA SELATAN — Barcelona era Pep Guardiola dinobatkan sebagai tim terhebat Liga Champions sepanjang era modern, mengalahkan dominasi Real Madrid tiga gelar beruntun. Daftar 20 besar yang disusun FourFourTwo menempatkan Porto 2004 asuhan Jose Mourinho sebagai satu-satunya juara dari luar lima liga top Eropa.

Peringkat ini disusun FourFourTwo dengan menimbang kualitas permainan, pencapaian trofi, dan konteks kompetisi sejak Liga Champions berganti nama pada 1992. Barcelona 2009-2011 menempati posisi teratas berkat gaya tiki-taka yang dianggap mengubah cara sepak bola Eropa dimainkan.

Barcelona 2009-2011: 777 Umpan dan Penguasaan 69 Persen di Final Wembley

Alex Ferguson menyebut Barcelona asuhan Guardiola "unplayable" setelah timnya kalah 3-1 di final Liga Champions 2011 di Wembley. Rio Ferdinand mengaku "merasa seperti pemain Conference" saat Xavi, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets menguasai lini tengah.

Di laga itu Barcelona mencatat 69 persen penguasaan bola dan 777 umpan, lebih dari dua kali lipat milik Manchester United. Trio Pedro, Lionel Messi, dan David Villa menyumbang total 98 gol di semua kompetisi musim tersebut, dengan Messi sendiri mencetak 53 gol.

Barcelona meraih treble pada 2009, lalu menambah Supercopa, UEFA Super Cup, dan Club World Cup untuk total enam trofi dalam satu tahun kalender. Guardiola membangun fondasi yang dianggap banyak pengamat sebagai klub terbaik dalam sejarah.

Real Madrid 2014-2018: Empat Trofi dalam Lima Tahun dan Rekor Cristiano Ronaldo

Selama 24 edisi pertama Liga Champions, tidak ada klub yang mampu mempertahankan gelar. Real Madrid mematahkan catatan itu dengan tiga gelar beruntun antara 2016 dan 2018, ditambah kemenangan 2014 dalam rentang lima tahun yang luar biasa.

Carlo Ancelotti menangani gelar pertama, lalu Zinedine Zidane menjadi satu-satunya pelatih yang meraih tiga gelar beruntun, termasuk saat kompetisi masih bernama European Cup. Cristiano Ronaldo mencetak 70 gol Liga Champions dalam rentang lima tahun itu, termasuk 17 gol pada 2013-14 yang menjadi rekor satu musim.

Sergio Ramos mencetak gol di dua final melawan Atletico Madrid, termasuk penyama kedudukan menit ke-93 pada 2014 yang menjaga harapan La Decima. Gareth Bale, Karim Benzema, dan Ronaldo membentuk trio yang dijuluki "BBC" oleh fans.

Paris Saint-Germain 2025: Treble Bersejarah dan Kemenangan 5-0 di Final

PSG meninggalkan kebijakan membeli bintang jadi dengan harga mahal, dan hasilnya justru treble bersejarah di bawah Luis Enrique. Ousmane Dembele menjadi ujung tombak, didukung kreativitas Vitinha dan pesona remaja Desire Doue.

Kemenangan 5-0 atas Inter di Munich memecahkan rekor margin terbesar di final Liga Champions yang bertahan 31 tahun. Trofi ini mengakhiri penantian panjang Paris untuk supremasi Eropa.

Bayern Munich 2020 dan Manchester City 2023: Dua Treble yang Menghancurkan Lawan

Bayern asuhan Hansi Flick menang tanpa penonton di final Lisbon melawan PSG, tetapi performa mereka formidable. Manuel Neuer tampil sebaik karier terbaiknya, Alphonso Davies elektrik di bek sayap, dan Robert Lewandowski menyumbang 15 gol.

Kemenangan 8-2 atas Barcelona di perempat final disebut memiliki "vibes Jerman vs Brasil 2014". Manchester City menyusul sebagai tim kedua dari Manchester yang meraih treble, dengan Erling Haaland mencetak 12 gol dan Rodri menjadi penentu di final melawan Inter.

Porto 2004 dan Inter 2010: Warisan Jose Mourinho

Porto 2004 menjadi satu-satunya juara dari luar lima liga top Eropa dalam 30 musim terakhir, dan kisah underdog terbesar era Liga Champions. Mourinho, yang baru berusia 38 tahun saat datang, menuntut kepatuhan total pada visinya.

Ricardo Carvalho dan kapten Jorge Costa membentuk benteng pertahanan, dilindungi Costinha di lini tengah, dengan Deco sebagai jantung kreativitas. Kemenangan 2-1 atas Manchester United di Estadio do Dragao dan gol telat Costinha di Old Trafford melahirkan selebrasi lari ikonik Mourinho di tepi lapangan.

Enam tahun kemudian, Mourinho mengulanginya bersama Inter. Samuel Eto'o kadang dimainkan sebagai bek sayap, dan Bayern Munich menguasai 68 persen bola di final tetapi tetap kalah 2-0 lewat dua gol Diego Milito. Inter tidak menurunkan satu pun pemain Italia di starting XI malam itu.

Ajax 1995 dan Manchester United 1999: Generasi Emas yang Tak Terlupakan

Ajax 1995 meraih gelar dengan rata-rata usia 23 tahun dan tanpa kalah sepanjang kampanye. Edwin van der Sar, Frank dan Ronald de Boer, Clarence Seedorf, Edgar Davids, serta Patrick Kluivert yang berusia 18 tahun menjadi tulang punggung tim asuhan Louis van Gaal.

Kluivert mencetak gol kemenangan 1-0 atas Milan di final Vienna, dan hingga kini masih menjadi pencetak gol termuda di final Liga Champions pada usia 18 tahun 327 hari. Manchester United 1999 menyuguhkan drama berbeda: tertinggal dua gol di semifinal melawan Juventus sebelum comeback di Turin, lalu dua gol injury time Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer dari sepak pojok David Beckham di final.

Milan 1994 dan Barcelona 2006: Dua Wajah Sepak Bola Eropa

Final 1994 di Athena mempertemukan pertahanan Milan asuhan Fabio Capello melawan Barcelona "Dream Team" Johan Cruyff yang mencetak 26 gol. Cruyff menyatakan "Milan bukanlah sesuatu yang luar biasa dari dunia ini" sebelum laga.

Milan justru tampil menyerang tanpa Marco van Basten yang cedera serta Franco Baresi dan Alessandro Costacurta yang diskors. Daniele Massaro mencetak dua gol sebelum jeda, disusul gol indah Dejan Savicevic dan gol keempat Marcel Desailly. "Bukan karena kami bermain buruk," ujar Cruyff setelahnya. "Tapi kami tidak bermain sama sekali."

Barcelona 2006 dibangun Frank Rijkaard di sekitar kejeniusan Ronaldinho, yang mencetak tujuh gol di Liga Champions musim itu. Lionel Messi mulai muncul, dan kartu merah Asier del Horno dari Chelsea karena melanggar dirinya di babak 16 besar menjadi penanda awal karier sang bintang.

Daftar Lengkap 20 Tim Terhebat Liga Champions Versi FourFourTwo

  • 1. Barcelona 2009-2011
  • 2. Real Madrid 2014-2018
  • 3. Paris Saint-Germain 2025
  • 4. Bayern Munich 2020
  • 5. Manchester City 2023
  • 6. Manchester United 1999
  • 7. Barcelona 2015
  • 8. Real Madrid 2002
  • 9. Bayern Munich 2013
  • 10. Ajax 1995
  • 11. Milan 1994
  • 12. Real Madrid 2022
  • 13. Bayern Munich 2001
  • 14. Barcelona 2006
  • 15. Liverpool 2019
  • 16. Milan 2007
  • 17. Juventus 1996
  • 18. Manchester United 2008
  • 19. Inter 2010
  • 20. Porto 2004

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks