Pencarian

Direksi BRMS Kompak Borong 5,2 Juta Saham, Sinyal Ekspansi Tambang Emas Palu

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 14:04:31 WIB
Direksi BRMS Kompak Borong 5,2 Juta Saham, Sinyal Ekspansi Tambang Emas Palu
Direktur BRMS Muhammad Sulthon menambah 90.000 lembar saham pada 2 Oktober 2026 di harga Rp545 per saham.

SUMATERA SELATAN — Empat direksi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tercatat mengakumulasi lebih dari 5,2 juta saham perseroan dalam dua tahun terakhir, dengan pembelian terbaru dilakukan Direktur Muhammad Sulthon sebanyak 90.000 lembar pada 2 Oktober 2026 di harga Rp545 per saham. Aksi korporasi jajaran direksi ini muncul bersamaan dengan percepatan pengembangan tambang emas bawah tanah di Palu yang ditargetkan beroperasi pertengahan 2027.

Paragraf pembuka: Kepemilikan Sulthon usai transaksi terbaru ini naik menjadi 310.500 lembar, dari sebelumnya 220.500 lembar. Pembelian itu dilakukan hanya selang sehari setelah ia memborong 180.500 saham dalam tiga tahap pada 1 Oktober 2026 dengan harga rata-rata Rp545–Rp565 per saham. Dalam keterbukaan informasi kepada OJK, Sulthon menyatakan tujuan pembelian murni untuk investasi.

Deretan Nama yang Ikut Mengakumulasi

Sulthon bukan satu-satunya. Pada 28 September 2026, ia lebih dulu membeli 40.000 saham di harga Rp640 per lembar. Sepekan sebelumnya, tepatnya 22 September 2026, Direktur BRMS lainnya, Adika Aryasthana Bakrie, memborong 750.500 saham di harga Rp665 per lembar.

Selain keduanya, tercatat nama Adrian Wicaksono, Charles Daniel Gobel, dan Herwin Wahyu Hidayat turut menambah porsi kepemilikan mereka. Total akumulasi empat direksi dalam dua tahun terakhir menembus 5,2 juta saham BRMS.

Manajemen BRMS menyatakan akumulasi ini mencerminkan keyakinan direksi terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.

Proyek Emas Palu Jadi Katalis

Keyakinan jajaran direksi bertumpu pada proyek tambang emas bawah tanah di Palu, Sulawesi Tengah. BRMS tengah mengebut pengembangan fasilitas itu sekaligus meningkatkan kapasitas pabrik secara agresif, dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari.

Proyek tersebut menyimpan cadangan dengan kadar emas tinggi, yakni 3,5–4,9 gram per ton. Targetnya, tambang mulai beroperasi pada pertengahan 2027.

Peningkatan kapasitas pabrik empat kali lipat menjadi penanda bahwa perseroan menyiapkan infrastruktur pengolahan sebelum bijih benar-benar mengalir dari bawah tanah. Bagi emiten tambang, kesiapan pabrik sering jadi penentu seberapa cepat produksi bisa dikonversi menjadi pendapatan.

Arti Sinyal dari Orang Dalam

Pembelian saham oleh direksi kerap dibaca pasar sebagai sinyal positif. Mereka dianggap paling memahami kondisi internal perusahaan, mulai dari progres proyek hingga prospek produksi ke depan. Namun, aksi ini juga menuntut kehati-hatian, karena keputusan investasi pribadi direksi tidak selalu sejalan dengan kinerja saham jangka pendek.

Yang perlu dicermati, rentang harga pembelian Sulthon bergerak dari Rp640 pada 28 September 2026, lalu turun ke Rp545–Rp565 pada awal Oktober 2026. Pola ini menunjukkan ia tetap menambah porsi meski harga saham sedang terkoreksi.

Penutup: Bagi investor, kombinasi akumulasi saham oleh jajaran direksi dan target operasional tambang emas Palu pada 2027 menjadi dua hal yang layak dipantau bersamaan. Sebab, sinyal dari dalam ruang direksi baru punya bobot penuh jika proyek yang mendasarinya benar-benar berjalan sesuai jadwal.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks