Pencarian

Review Ace Combat 8: Wings of Theve — Dogfight Sinematik Terbaik di Serinya

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 19:03:01 WIB
Review Ace Combat 8: Wings of Theve — Dogfight Sinematik Terbaik di Serinya
Jet tempur dalam game Ace Combat 8: Wings of Theve tampil dengan rendering nyaris fotorealistis.

SUMATERA SELATAN — Ace Combat 8: Wings of Theve membuktikan bahwa game dogfight arcade masih punya tempat di 2026, dengan misi 15-30 menit yang menuntut fokus penuh dan skor orkestra yang bikin merinding. Dijual USD 69 di Xbox Store dan Steam, game ini menyasar penggemar aksi udara yang lebih mencari sensasi blockbuster ketimbang simulasi terbang realistis.

Seri Ace Combat selalu hidup di dua dunia yang bertolak belakang. Satu sisi menampilkan jet tempur yang dirender nyaris fotorealistis, sisi lain membuang jauh geopolitik dunia nyata dan membiarkan pesawat membawa rudal dalam jumlah yang tidak masuk akal. Wings of Theve tidak berusaha menyelesaikan kontradiksi itu, justru memeluknya sebagai identitas.

Kampanye 30 Misi dengan Cerita yang Sengaja Dibuat Konyol

Bandai Namco mengambil pelajaran dari Ace Combat 7 soal aksesibilitas. Cutscene pembuka yang berlebihan memperkenalkan dunia dan karakternya, lalu tutorial yang dirancang rapi langsung membuat pemain bisa terbang dalam hitungan menit.

Dunia game ini fiktif, diisi negara-negara yang samar-samar familiar seperti Federation of Central Usea dan Sotoa. Perangnya lugas: ada pihak baik dan pihak jahat. Ada gestur soal korporasi gelap yang menarik tali di belakang layar, juga digresi aneh soal media sosial, tapi fokus cerita tetap pada heroisme tim pemain.

Cerita disampaikan lewat kamera kokpit dan radio chatter selama terbang, jelas meniru pendekatan "Top Gun: Maverick". Negara yang putus asa menempatkan siapa saja di kursi pilot, termasuk remaja berambut pink dan guru semi-pensiun berkacamata.

Dogfight yang Menuntut Fokus Penuh Selama 15-30 Menit

Meski negaranya fiktif, game ini memakai jet tempur sungguhan, hanya saja terlepas dari sejarah dunia nyata yang membentuknya. Karakteristik terbangnya lebih mirip pesawat luar angkasa game ketimbang simulator asli. Stall sulit terjadi, dan pemain bisa looping serta barrel roll dalam waktu singkat.

Setiap misi berdurasi 15-30 menit menuntut pemain mengurus dogfight udara, serangan target darat, mengawal sekutu tak berdaya, dan menghadapi musuh bergaya mini-boss secara bersamaan. Layar cepat dipenuhi lock-on musuh dan target objektif.

Menghindari rudal butuh manuver mid-air drift. Terdengar rumit, tapi mudah dilakukan asalkan kecepatan udara tetap tinggi. Melambat bukan pilihan.

Misi-misinya lebih terinspirasi film blockbuster ketimbang perang dunia nyata. Ada pertarungan melawan "land battleship" raksasa yang mengingatkan pada finale "Shin Godzilla", dan satu misi lain pada dasarnya menyuruh pemain mengulang "trench run" Death Star pakai jet tempur.

Visual Volumetrik dan Skor Orkestra Keiki Kobayashi

Komposer Keiki Kobayashi kembali mengisi soundtrack dengan skor orkestra rock yang mengangkat pertempuran udara ke level sinematik. Momen meliuk di antara tembakan musuh untuk menghabisi flying airbase raksasa tepat saat musik memuncak jadi salah satu pengalaman terbaik yang bisa didapat dari game tahun ini.

Seri ini belum pernah terlihat sebaik ini. Jet fotorealistis, lingkungan luas, dan map yang lebih besar dari sebelumnya. Jumlah musuh dan sekutu yang bertempur simultan terasa seperti pameran kemampuan teknis tim pengembang.

Teknologi volumetric cloud baru jadi salah satu sorotan. Awan jauh, kabut tipis, dan thunderheads dirender dengan detail mengesankan. Kalau tidak hati-hati, jet bisa membeku saat melewatinya.

Satu catatan: dukungan ultrawide monitor akhirnya hadir, tapi sebagian besar UI masih menempel di tengah layar.

Sistem Upgrade MRP dan Jebakan Misi Mid-Game

Sepanjang kampanye, pemain mengumpulkan MRP untuk membuka jet, senjata, dan upgrade baru. Pemain bahkan harus mempertimbangkan membeli jet tambahan untuk rekan tim, memberi kontrol lebih atas perlengkapan mereka dengan konsekuensi upgrade pribadi tertunda.

Tech tree-nya besar dan harga upgrade terbilang mahal. Kalau gamenya tidak seasyik ini dimainkan, keluhan soal ekonomi MRP mungkin lebih keras. Kenyataannya, sistem ini justru jadi insentif kuat untuk mengulang kampanye.

Yang sempat mengganggu adalah rangkaian misi pertengahan yang tiba-tiba membatasi pemain hanya pada pesawat berbasis aircraft carrier. Pengalaman ini jadi pelajaran agar pemain tidak salah membeli jet sebelum misi tersebut.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

  • Cerita sengaja dibuat ringan dan terkadang konyol, bukan eksplorasi introspektif soal perang
  • Karakter di cutscene first-person kadang terjebak di uncanny valley
  • UI ultrawide belum sepenuhnya dioptimalkan, masih menempel di tengah layar
  • Harga upgrade dan ukuran tech tree bisa terasa berat kalau tidak menikmati grinding MRP
  • Beberapa misi mid-game membatasi pilihan pesawat tanpa peringatan jelas

Kelebihan

  • Kontrol via controller terasa presisi, tidak ada jeda antara jari dan jet di layar
  • Misi 15-30 menit dengan tempo tinggi yang menuntut fokus penuh
  • Skor orkestra Keiki Kobayashi yang mengangkat momen pertempuran
  • Visual jet fotorealistis dengan map lebih besar dan volumetric cloud detail
  • Kampanye lebih dari 30 misi plus suite mode online terbesar di seri ini

Verdict

Ace Combat 8: Wings of Theve bukan game yang mencoba jadi simulator terbang realistis. Kontradiksinya, antara jet sungguhan dengan cerita fiktif, antara rudal ratusan butir dengan dogfight ala film, justru jadi yang membuatnya unik.

Cocok buat pemain yang mencari aksi udara sinematik dengan tempo cepat dan tidak masalah dengan cerita yang sengaja dibuat berlebihan. Kurang cocok buat yang menginginkan simulasi terbang akurat atau narasi perang yang serius dan introspektif.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks