PALEMBANG — Upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Palembang mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Panglima TNI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) TNI di semua wilayah penugasan atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras mereka.
Menurut Panglima, tingginya kepercayaan publik terhadap TNI lahir dari pengabdian nyata yang selama ini diberikan. Kepercayaan itu sekaligus menjadi amanah dan kehormatan yang harus terus dijaga.
Tanggung Jawab Bertambah Seiring Modernisasi Alutsista
Panglima menegaskan, komitmen negara memperkuat TNI terus dijalankan, antara lain lewat peningkatan kesejahteraan prajurit dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). Namun, penambahan kemampuan dan perangkat pertahanan dinilai tidak cukup berdiri sendiri.
"Semakin kuat TNI dan semakin modern kemampuannya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul," tegas Panglima TNI dalam amanatnya.
Peningkatan kekuatan harus dibarengi sumber daya manusia yang mumpuni agar seluruh potensi TNI dapat digunakan secara optimal dan bertanggung jawab. Panglima meminta penguatan tersebut diimbangi peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme prajurit.
Lima Nilai PRIMA dan Penjabarannya
Menghadapi dinamika lingkungan strategis, ketidakpastian global, serta berkembangnya ancaman di ruang kognitif dan informasi, Panglima TNI meminta seluruh prajurit menjadikan lima nilai utama sebagai budaya pengabdian. Kelima nilai itu dirangkum dalam konsep PRIMA.
- Profesionalisme — setiap prajurit dituntut menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing, memelihara kemampuan melalui latihan yang realistis, serta menaati hukum dan menjunjung tinggi integritas.
- Responsif — prajurit harus peka terhadap setiap perubahan lingkungan tugas, mampu mengenali potensi ancaman sejak dini, serta mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan terukur.
- Integratif — TNI didorong terus membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa untuk menjaga stabilitas sekaligus mengawal pembangunan nasional.
- Modern — prajurit harus menguasai alutsista dan teknologi pertahanan secara optimal sehingga modernisasi yang dilakukan negara benar-benar menghasilkan daya tangkal dan daya tempur yang nyata.
- Adaptif — setiap penugasan harus menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan, mengembangkan inovasi, serta menyesuaikan doktrin dan latihan dengan perkembangan karakter ancaman.
PRIMA Diminta Tidak Berhenti Jadi Slogan
Panglima TNI menekankan kelima nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
"Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten sehingga PRIMA menjadi arah pembangunan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak saat ini maupun di masa yang akan datang," pungkasnya.
Peringatan HUT ke-81 TNI di Palembang menjadi momentum menegaskan kesiapan menghadapi perubahan lingkungan strategis. Di tengah tuntutan modernisasi pertahanan dan ancaman yang semakin kompleks, kekuatan TNI diarahkan tidak hanya bertumpu pada alutsista, tetapi juga pada kualitas prajurit yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.